Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PDB Jakarta Bisa Tumbuh 5,8 Persen

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 05:23 WIB | Oleh:
PDB Jakarta Bisa Tumbuh 5,8 Persen Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Stasiun LRT Halim, Jakarta Timur, Rabu (28/6/2023).

JAKARTA - Produk Domestik Bruto (PDB) Jakarta diprediksi bisa tumbuh rata-rata 5,8 persen per tahun sampai 2030 meski Ibu Kota pindah asalah ada intervensi dari pemerintah. Prediksi ini disampaikan Head of Research and Economics Price Warerhouse Cooper (PwC) Indonesia, Denny Irawan, Rabu (13/9).

"Dengan intervensi pemerintah, nilai PDB bisa mencapai 6,8 triliun pada tahun 2030. Tapi, intervensi itu tidak bisa dijalankan hanya setahun," kata Denny dalam Focus Group Discussion daring tentang "Penyusunan Arah Kebijakan Pembangunan Ekonomi Jakarta dan Dampak Perpindahan Ibu Kota Negara."

Perkiraan pertumbuhan tersebut didasarkan pada PDB harga berlaku yang telah dikurangi oleh rata-rata inflasi senilai 4,2 persen per tahun dari 2023. Denny menyebut pemerintah bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta dengan menarik investasi ke sektor-sektor unggulan. Contohnya, edukasi, kesehatan, informasi, komunikasi, jasa keuangan, dan asuransi.

Lebih jauh, Denny mengelaborasi untuk sektor pendidikan, pemerintah bisa membuka peluang bagi pelaku usaha mendirikan kampus dengan standar internasional. Jadi, masyarakat tidak perlu berkuliah di luar negeri. Tanpa intervensi dari pemerintah, Denny menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta hanya akan mencapai rata-rata 4,5 per tahun dari 2023 sampai 2030, sedangkan nilainya dari 4,55 triliun menjadi 6,24 triliun.

Hal tersebut disebabkan oleh penurunan investasi dari pemerintah pusat sebesar 4,5 persen pada tahun 2030 dibanding 2023. Selain itu, juga ada penurunan transfer anggaran dari pemerintah pusat sebesar 35 persen di periode yang sama. Sementara itu, tanpa perpindahan ibu kota ke Nusantara, ekonomi Jakarta diperkirakan bisa tumbuh rata-rata 5,5 persen per tahun atau menjadi 6,69 triliun.

Sementara itu, DPRD Jakarta akhirnya menyetujui rencana Pemerintah Provinsi DKI untuk meminjam satu triliun rupiah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Tujuannya untuk mendanai pembangunan pengolahan sampah menjadi bahan bakar (refusedderivedfuel/RDF) Rorotan, Jakarta Utara.

"Setelah dipertimbangkan, akhirnya usulan tersebut perlu disetujui," kata Ketua DPRD Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Prasetyo menjelaskan pada awalnya Dewan tak menyetujui usulan pinjaman satu triliun kepada PT SMI terkait pembangunan RDF dalam rapat pimpinan gabungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

31 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.