Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Representasi Pocong dan Cerminan Ketakutan Masyarakat Indonesia

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 11:53 WIB | Oleh: Tim Penulis

Studi Inaya Rakhmani, direktur Asia Research Centre Universitas Indonesia, tahun 2014, menunjukkan hubungan antara dinamika praktis televisi komersial dan peningkatan kesalihan baru masyarakat terutama pascareformasi. Hal ini mendorong lahirnya gelombang menuju "Islam arus utama", yang mencerminkan simbiosis antara pengaruh Islam yang berkembang dan komersialisasi di industri televisi Indonesia.

Sinetron Jadi Pocong (2002-2003) yang merupakan referensi dari film Mumun (2022), menjadi bagian dari arus utama tersebut khususnya dalam genre horor dengan latar religi. Kehadiran hantu pocong menjadi semacam spiritual turn dalam wacana film Indonesia.

Spiritual turn yang dimaksudkan adalah adanya peningkatan secara signifikan horor spiritual dan semakin menipisnya horor dengan genre lain seperti monster, slasher atau jagal serta horor psikologis, terutama bila dibandingkan horor Indonesia tahun 1970-1980-an.

Periode 2000-an juga menandai banyaknya representasi pocong di berbagai media lain selain film. Media cetak yang memberikan visualitas dan narasi pocong secara masif adalah Hidayah, majalah dengan oplah paling besar pada periode 2000-2004 di Indonesia, dengan angka tertinggi 320.000 penjualan per-edisi. Hidayah adalah terbitan dalam bentuk majalah satu-satunya yang mengekspos visualitas pocong secara superlatif pada halaman sampul dan kontennya.

Representasi ini kemudian 'diadopsi' oleh media televisi melalui sinetron Jadi Pocong (2002-2003). Walaupun sutradara Jadi Pocong menyatakan bahwa sinetron tersebut berasal dari cerita rakyat yang telah ada bertahun-tahun, tapi kenyataan bahwa ia muncul setelah majalah Hidayah mengisi loper-loper koran dan majalah di seluruh Jakarta dan bahkan Indonesia, menunjukkan bahwa Jadi Pocong mendapatkan efek dari popularitas pocong yang sudah ada sebelumnya. Hidayah sendiri kemudian diadaptasi dalam format sinetron yang ditayangkan pada 2005-2007.The Conversation

Justito Adiprasetio, Lecturer, Universitas Padjadjaran dan Annissa Winda Larasati, Dosen Luar Biasa Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.