Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengandung Bahan Kimia, Sedotan Kertas dan Bambu Bisa Berbahaya bagi Manusia dan Satwa

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 11:09 WIB | Oleh: Tim Penulis

Apakah kita perlu khawatir?

Kita dapat terpapar PFAS dari sedotan secara langsung saat zat ini masuk ke dalam minuman. Sedotan yang terbuang ataupun terdaur ulang juga bisa menjadi sebab paparan tak langsung melalui kontaminasi tanah, air, tanaman, dan produk konsumen lainnya dari material daur ulang.

Temuan ini mengkhawatirkan. Sebab, paparan PFAS membawa risiko kesehatan serius bagi manusia, satwa liar, maupun lingkungan.

Riset menyatakan bahwa perempuan hamil yang terekspos PFAS dapat mengalami gangguan fertilitas dan kenaikan tekanan darah. Anak-anak mereka dapat mengalami gangguan perkembangan seperti berat lahir rendah, pubertas dini, bahkan risiko beberapa jenis kanker.

Paparan PFAS juga dapat mengganggu kemampuan sistem imun menghadapi infeksi. Pada 2020, riset dari Denmark menemukan keparahan infeksi Covid-19 diperberat akibat paparan beberapa jenis PFAS.

Paparan PFAS juga terkait dengan pengurangan kemampuan reproduksi dalam burung, dan berkembangnya tumor, gangguan kekebalan tubuh serta ginjal pada jenis hewan lainnya.

Contohnya, riset di sungai Cape Fear di North Carolina, Amerika Serikat, pada 2022 mengungkapkan sebanyak 75 aligator Amerika (spesies dilindungi) memiliki PFAS dalam serum darah mereka. Kadar PFAS pada aligator ini terkait dengan gangguan fungsi imun dan penyakit autoimun lainnya.

PFAS sudah banyak tersebar di lingkungan. Nyaris tak mungkin bagi manusia dan satwa liar untuk menghindari paparannya. Paparan PFAS dapat terjadi melalui berbagai cara, misalnya bernapas dari udara yang tercemar, konsumsi makanan dan minuman, bahkan kontak fisik dengan debu dan partikel lainnya.

Sedotan stainless steel (besi tahan karat) mungkin dapat melindungi kita dari paparan PFAS tambahan. Studi peneliti Belgia tidak mencatat adanya kontaminasi PFAS dalam sedotan jenis ini.

Walau begitu, patut diingat bahwa meskipun sedotan stainless steel dapat mengurangi paparan PFAS, orang-orang dapat terkena kontaminasi bahan berbahaya lainnya seperti logam berat. Beberapa di antaranya adalah kromium dan nikel yang terkait dengan masalah kesehatan serius pada jantung, paru-paru, sistem pencernaan, ginjal, dan hati.

Mungkin, cara terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah menghindari pemakaian sedotan jika memungkinkan.The Conversation

Ovokeroye Abafe, Marie Curie Individual Fellow, University of Birmingham

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

23 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.