Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ledakan Populasi Runtuhkan Dinasti Qing

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Selanjutnya Kaisar Shunzhi dari Manchuria mendirikan Dinasti Qing di Tiongkok. Periode kekaisaran dinasti ini berlangsung antara 1683 hingga 1839, yang dikenal sebagai era Qing Tinggi. Dalam bahasa Tiongkok, zaman ini juga kadang-kadang disebut "Zaman Sejahtera Kangxi, Yongzheng dan Qianlong" mengacu pada kaisar yang memerintah pada periode ini.

Sebagai pemerintahan asing, Kekaisaran Dinasti Qing dengan cerdik meminjam praktik terbaik birokrasi Konfusianisme Ming namun tetap memungkinkan adaptasi dan inovasi. Hal ini mampu meluluhkan suku Han sebagai suku suku terbesar. Dampaknya menghasilkan stabilitas ekonomi dan politik yang berkepanjangan.

Alih-alih mencoba mencabut dan menggantikan institusi dinasti sebelumnya, Qing menampilkan sistem kekaisaran Manchu sebagai hasil dari sistem Konfusianisme Han. Kesetiaan terhadap kekaisaran Qing sama dengan kesetiaan terhadap leluhur mereka.

Periode stabilitas ini menyebabkan pertumbuhan populasi yang cukup tinggi. Menurut Britannica, di bawah Dinasti Qing, populasi Tiongkok bertambah dari sekitar 150 juta menjadi 450 juta. Jumlah populasi pada gilirannya meningkatkan basis pajak. Siklus dari pendapatan negara yang tinggi terus berlanjut selama beberapa dekade.

Pada era Dinasti Qing wilayah Tiongkok mengalami perluasan. Dari 1750 hingga 1790, kekaisaran Qing mencapai wilayah terluasnya. Kaisar Qianlong memimpin sepuluh kampanye tanpa henti ke Asia bagian dalam seperti Tibet, Hainan dan Taiwan.

Demikian pula, penaklukan wilayah yang sekarang disebut Mongolia diselesaikan melalui serangkaian ekspedisi pada paruh kedua abad ke-17. Tentara Qing juga menaklukkan wilayah yang sekarang disebut Xinjiang dalam serangkaian kampanye antara tahun 1755-1758.

Qing pada puncak kejayaannya adalah kerajaan terbesar keempat dalam sejarah, menguasai wilayah seluas 5 juta mil persegi (13 juta kilometer persegi). Dari Himalaya di barat hingga Gobi di utara, 450 juta orang hidup dan mati di bawah pemerintahan kaisar Qing, yang dikenal sebagai putra surga.

Selain perluasan wilayah, Dinasti Qing mewariskan semangat nasionalisme di kalangan orang Tionghoa dari suku Han. Sentimen anti-Manchu menjadi motivasi kuat bagi mereka yang ingin melawan atau mereformasi rezim tersebut. Mereka menyoroti pentingnya asal-usul Han dari mayoritas penduduk Tiongkok. Langkah ini menjadi cara ampuh untuk memobilisasi masyarakat ketika perlawanan terhadap penguasa Qing terjadi.

Namun, beberapa sarjana telah mengambil pendekatan lain terhadap sejarah Qing dalam beberapa tahun terakhir. Mereka tidak memandang memandang Dinasti Qing sebagai sesuatu yang asing, namun bangga karena pada periode telah menjadikan TIongkok kekuatan yang tidak terkalahkan di Asia dan dunia. SB/hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.