Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Niger Tuding Prancis Kerahkan Pasukan untuk Intervensi Militer

📅 Minggu, 10 Sep 2023, 10:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Niger Tuding Prancis Kerahkan Pasukan untuk Intervensi Militer Doc: BBC/Getty Images
Ket. Tentara Prancis di Niger.

NIAMEY - Para pemimpin kudeta Niger menuduh Prancis mengumpulkan kekuatan, bahan dan peralatan perang di beberapa negara tetangga di Afrika Barat dengan tujuan melakukan "intervensi militer".

Hubungan dengan Prancis, negara yang pernah menjajah Niger di masa kolonialisme, memburuk setelah Paris mendukung presiden terguling Mohamed Bazoum setelah kudeta Juli lalu.

"Prancis terus mengerahkan pasukannya di beberapa negara ECOWAS (Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat) sebagai bagian dari persiapan agresi terhadap Niger, yang direncanakan bekerja sama dengan organisasi komunitas ini," kata juru bicara rezim Niger, Kolonel Mayor Amadou Abdramane, Sabtu (9/9).

Negara Sahel itu juga terlibat dalam perselisihan dengan blok Afrika Barat ECOWAS, yang mengancam akan melakukan intervensi militer jika upaya mengembalikan Bazoum ke jabatan presiden gagal.

Dalam pernyataannya, Abdramane mengatakan Prancis telah mengerahkan pesawat militer, helikopter, dan 40 kendaraan lapis baja ke Pantai Gading dan Benin.

"Pesawat kargo militer telah memungkinkan sejumlah besar material dan peralatan perang diturunkan di Senegal, Pantai Gading dan Benin, dan masih banyak lagi," tambahnya.

Penarikan Pasukan Perancis

Pada 3 Agustus, para pemimpin kudeta Niger membatalkan beberapa perjanjian kerja sama militer dengan Prancis, yang memiliki sekitar 1.500 tentara yang ditempatkan di negara tersebut sebagai bagian dari perjuangan yang lebih luas melawan para jihadis.

Sebaiknya Anda baca juga:

Paris, yang menolak mengakui rezim militer di Niger, tidak menganggap tentara yang menggulingkan presiden sebagai pihak dalam perjanjian kerja sama tersebut.

Sementara itu, rezim militer berpendapat pasukan Prancis kini ditempatkan "secara ilegal" di Niger.

Pada Selasa, sumber Kementerian Pertahanan Prancis mengatakan kepada AFP, tentara Prancis sedang melakukan pembicaraan dengan rezim militer mengenai penarikan "elemen" kehadirannya di Niger. Kementerian membenarkan komentar sehari sebelumnya dari Ali Mahaman Lamine Zeine, perdana menteri yang ditunjuk rezim Niger. .

Setiap hari selama lebih dari seminggu, ribuan orang berkumpul di ibu kota Niger, Niamey, di sekitar pangkalan militer yang menampung tentara Prancis untuk menuntut mereka pergi.

Amerika Serikat, yang memiliki sekitar 1.100 tentara di Niger, memulai merelokasi pasukannya "sebagai tindakan pencegahan" dari Niamey ke pusat kota Agadez, kata Departemen Pertahanan AS pekan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

10 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

15 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.