Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKPPKB Bangka Selatan: Waspadai Penyakit di Musim Kemarau

📅 Minggu, 10 Sep 2023, 20:29 WIB | Oleh:
DKPPKB Bangka Selatan: Waspadai Penyakit di Musim Kemarau Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKPPKB Bangka Selatan Slamet Triyadi.

BABEL - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan warga untuk mewaspadai wabah penyakit yang sering muncul saat musim kemarau.

"Ada beberapa wabah penyakit yang sering muncul saat musim kemarau, di antaranya adalahinfeksi saluran pernapasan akut(ispa), demam berdarah dengue (DBD) dan diare," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKPPKB Bangka Selatan Slamet Triyadi di Toboali, Minggu.

Ia menjelaskan, wabah penyakit ispa muncul karena dipicu kondisi udara di sekitar, dan akibat banyak kebakaran hutan yang menimbulkan asap tebal sehingga memicu udara tidak sehat.

"Selain itu, rawan diare akibat kualitas air yang kurang baik dan juga DBD yang berasal dari bak penampungan air sebagai sarang jentik nyamuk," ujarnya.

Triyadi menyarankan warga menggunakan masker pada musim kemarau ini.

"Kemudian, biasakan minum air dari bahan baku yang bersih atau bila perlu dimasak dan tutup penampungan air agar jentik nyamuk tidak berkembang," ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data pada Juli hingga Agustus 2023, tercatat 72 kasus ispa, 136 diare dan sebanyak 28 kasus DBD.

"Dari ketiga kasus penyakit tersebut, untuk ispa terbanyak di Kecamatan Payung, diare di Kecamatan Toboali dan DBD 15 kasus ada di kecamatan Toboali," jelasnya.

Pihaknya terus berupaya mencegah berkembangnya tiga penyakit berbahaya yang biasanya mengalami peningkatan saat musim kemarau.

"Harus dilakukan pencegahan dini, yaitu dengan melakukan pengasapan untuk membasmi jentik nyamuk," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.