Cegah Kekerasan sejak PAUD
📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 06:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Atika Fauziyyah
JAKARTA - Peran Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak semakin penting. "Kekerasan anak itu nyata, benar-benar terjadi. Berbagai kekerasan baik fisik, psikis, eksploitasi ekonomi, maupun seksual itu riil," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, Jumat.
Menurut dia, kekerasan terhadap anak akan melahirkan rantai kekerasan baru yang menjadi lingkaran negatif. Menurut Purwosusilo, kekerasan terhadap anak sering ditemukan dalam lingkup keluarga, pendidikan, dan teman sebaya. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), terdapat 768 anak di Jakarta mengalami kekerasan pada tahun 2022.
Karena itu, masyarakat harus meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan PAUD sebelum anak masuk SD. Purwosusilo minta tenaga pengajar tidak menuntut anak-anak bisa membaca dan menulis saat masih PAUD.
"Anak-anak di PAUD jangan dituntut seperti itu. Ajarkan yang sederhana," katanya. Dia mengemukakan, anak-anak PAUDbelajar sambil bermain dalam suasana senang.
Tujuan pendidikan anak usia dini, membentuk anak berkualitas dan tumbuh berkembang sesuai dengan tingkat usia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal tersebut menciptakan kesiapan optimal dalam memasuki pendidikan dasar serta menghadapi kehidupan masa datang. Selain itu, Purwosusilo menjelaskan, jenjang PAUD penting karena menjadi titik sentral pembangunan sumber daya manusia. Anak yang mendapatkan pendidikan sejak dini dapat meningkatkan kesehatan fisik maupun mental. Ini akan berdampak dalam prestasi perjalanan hidup kelak. Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!