Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Hoaks, Elite Diminta Sajikan Pertarungan Politik yang Bermartabat

📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Cegah Hoaks, Elite Diminta Sajikan Pertarungan Politik yang Bermartabat Doc: ISTIMEWA
Ket. Pemilu 2024

» Para pemuka agama diharapkan menjadi mediator informasi yang berkualitas kepada publik.

» Pemilih diharapkan lebih berpikir kritis menentukan suara mereka dan memilih pemimpin yang mampu memberikan inovasi bagi bangsa dan negara.

JAKARTA - Maraknya berita bohong selama masa kampanye hanya bisa diatasi dengan komitmen kuat para kandidat capres dan semua petinggi partai untuk menyajikan sebuah pertarungan politik yang bermartabat. Akar rumput yang sekarang mendapatkan ruang di media sosial, hanya sebagai cerminan dari realitas pertarungan para pemimpin.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pergerakan Advokat, Eko Prastowo, yang diminta pendapatnya mengatakan munculnya para buzzer politik tidak terlepas dari adanya kucuran dana dari elite, dan buzzer sebagai pekerjaan yang sangat menjanjikan dari sisi materi.

"Kuncinya kembali ke elite. Kita tahu, di era sebelumnya, kekerasan menjadi metode kampanye. Setelah era medsos, berita bohong (hoaks) sebagai modus paling ampuh mengalahkan lawan," papar Eko.

Untuk meminimalisir berita bohong, Eko menekankan perlunya elite dan penyelenggara pemilu untuk terus menyampaikan kampanye melalui kanal-kanal informasi yang tepercaya, khususnya media-media konvensional dan mainstream yang sudah diverifikasi Dewan Pers.

Kampanye melalui media yang bertanggungjawab setidaknya akan memberi pemahaman publik mengenai kualitas informasi yang ada hingga akhirnya mampu bersikap kritis dan memfilter sumber informasi yang menyebar luas di media sosial.

"Selain itu, peran penting para tokoh dan pemuka agama dalam mendiseminasi kualitas informasi sehingga mereka menjadi mediator informasi yang berkualitas. Bagaimana jika kelompok agamawan malah jadi peserta kampanye? Itulah pentingnya para elite politik untuk sadar akan kepentingan bersama jangka panjang," kata Eko.

Lebih Kritis

Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Ucu Martanto, mengatakan dalam menghadapi dinamika politik yang terus berubah, pemilih diharapkan lebih cermat dalam menilai calon pemimpin dan partai politik.

"Pemilih diharapkan lebih berpikir kritis dalam menentukan suara mereka dan memilih pemimpin yang mampu memberikan inovasi bagi bangsa dan negara. Walaupun tidak selalu kejadian di panggung politik yang dipertontonkan pada publik, diharapkan seluruh track record calon bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya.

Sementara itu, dari Bekasi dilaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memetakan isu potensial pada masa kampanye Pemilu Serentak 2024 bersama tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) dengan melibatkan unsur Kepolisian dan Kejaksaan.

"Upaya pemetaan dilakukan bersama sentra Gakkumdu melalui rapat koordinasi sekaligus dalam rangka meningkatkan konsolidasi, pemahaman bersama serta sinergi," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran pada Bawaslu Kabupaten Bekasi Khoirudin di Cikarang, Jumat (8/9).

Dia mengatakan berdasarkan Peraturan KPU RI Nomor 3 Tahun 2022, masa kampanye pemilu dilaksanakan pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Pemetaan isu potensial kampanye dilakukan guna mengetahui sejauh mana isu yang berkembang berdampak terhadap proses pemilu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.