Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudin Lingkungan Hidup DKI Gunakan Maggot untuk Olah Sampah Organik

📅 Jumat, 08 Sep 2023, 16:38 WIB | Oleh:
Sudin Lingkungan Hidup DKI Gunakan Maggot untuk Olah Sampah Organik Doc: ANTARA/Hana Kinarina
Ket. Koordinator Rumah Maggot Supriyatin memegang maggot yang siap panen di Rumah Maggot, Rawasari, Cempaka Putih, Jumat (8/9/2023). Selain mengurai sampah, maggot juga dapat menjadi pakan alternatif untuk ternak karena tinggi protein.

JAKARTA - Suku Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memanfaatkan cacing maggot untuk mengolah sampah organik sebagai langkah inisiatif untuk mendukung program pengurangan sampah di Provinsi DKI Jakarta.

"Kami sebenarnya sudah bekerja mengolah sampah dengan maggot selama 5 tahun. Akan tetapi, kami kembangkan lebih besar lagi kapasitasnya sejak ada Pergub DKI Jakarta No.77 Tahun 2020 tentang pengelolaan sampah lingkup rukun warga," kata Koordinator Rumah Maggot CempakaPutih Supriyatin, Jumat.
Supri menjelaskan Rumah Maggot Cempaka Putih kini mampu mengolah sampah organik sebanyak satu ton dalam sehari. Sebelumnya, kapasitas pengolahan hanya bisa menampung 700kilogram, lalu bertahap bertambah menjadi 850kilogram sampah organik.

Besarnya kapasitas pengolahan ini membuat rumah maggot tersebut menjadi yang terbesar di lingkup Provinsi DKI Jakarta dan tengah mendapatkan pendanaan renovasi dari Suku Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Terkait prosesnya, lanjut Supri, ia dan tim melakukan penjemputan sampah organik rumah tangga setiap hari dengan berkoordinasi bersama pengurus RT maupun RW. Sampah-sampah organik yang sudah terkumpul selanjutnya disortir untuk memudahkan pengolahannya menjadi bubur sampah.

Bubur sampah inilah yang menjadi makanan maggot.

Adapun untuk residu bubur sampah yang tidak dimakan oleh maggot serta kotoran maggot itu sendiri, Supri mengatakan dapat mengolahnya lagi menjadi pupuk kompos melalui proses pengeringan dan penjemuran.

Pupuk-pupuk kompos ini, ia serahkan kembali kepada masyarakat yang sudah menyumbangkan sampah-sampah organik.

Sebagai informasi, cacing maggot adalah larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang sudah teruji berdasarkan penelitian tidak membawa penyakit ketika dikembangbiakkan secara massif untuk pengolahan sampah.

Salah seorang petugas bagian pengembangbiakan lalat BSF di Rumah Maggot Cempaka Putih Rully Ferdianti mengatakan lalat BSF butuh waktu empat belas hari untuk menghasilkan telur dalam satu siklus.

"Kalau lagi banyak lalat BSF, kita bisa panen telurnya dua sampai tiga hari sekali," kata Rully.

Telur-telur BSF yang berhasil hidup menjadi cacing maggot dewasa, lanjut Rully, tidak jarang akan diberikan kepada RT maupun RW di wilayah Jakarta Pusat guna mendorong masyarakat mandiri dalam mengolah sampah organik.

"Target kami tetap mengikuti Pergub No. 77 Tahun 2020, bukan untuk membudidayakan maggot, namun mengurangi sampah organik. Jadi kalau maggot makin banyak, kami dorong masyarakat lakukan pengolahan sampah sendiri," kata Rully.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.