Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kendalikan Harga Pangan di Pasaran, Kemenko Perekonomian Gelontorkan 8 Ribu Ron Beras untuk Garut

📅 Jumat, 08 Sep 2023, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kendalikan Harga Pangan di Pasaran, Kemenko Perekonomian Gelontorkan 8 Ribu Ron Beras untuk Garut Doc: ANTARA/Feri Purnama
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan (kanan) dan Bupati Garut Rudy Gunawan (kiri) memberikan keterangan pers usai kegiatan Sosialisasi Dashboard Pengentasan Kemiskinan Ekstrem melalui Model Keuangan Inklusif di Pendopo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (7/9/2023).

GARUT - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) sudah mengalokasikan 8 ribu ton beras untuk dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam rangka meringankan beban ekonomi masyarakat dan untuk mengendalikan harga beras di pasaran.

"Kita punya bantuan beras 8 ribu ton," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Ferry Irawan usai kegiatan Sosialisasi Dashboard Pengentasan Kemiskinan Ekstrem melalui Model Keuangan Inklusif di Pendopo Garut, Kamis (7/9).

Dia menuturkan bantuan beras yang dikucurkan ke tiap daerah termasuk Kabupaten Garut untuk mengatasi inflasi sekaligus membantu masyarakat.

Sesuai Instruksi Presiden, kata dia, penyaluran bantuan beras bagi masyarakat itu dipercepat yakni pada September, kemudian Oktober, dan November.

Dia menegaskan beras yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu di Garut itu dipastikan memiliki kualitas bagus.

Bupati Garut Rudy Gunawan yang mendampingi Deputi menambahkan, pemerintah pusat sudah memberikan perhatian bagi Garut dengan mengucurkan beras dalam rangka membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Dia mengatakan beras dari pemerintah pusat sebanyak 8 ribu ton itu akan dibagikan merata di seluruh kecamatan sesuai dengan jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 250 ribu jiwa.

"8 ribu ton beras bantuan itu akan disalurkan sesuai DTKS ada 250 ribu," kata Bupati.

Dia menambahkan selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemkab Garut juga menyediakan 100 ton beras untuk masyarakat yang masuk dalam DTKS.

Beras yang disiapkan itu, kata dia, pendistribusiannya melibatkan seluruh ASN di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membagikan langsung ke rumah-rumah warga penerima manfaat.

"Dari kita ada lagi beras cadangan, ada 100 ton itu tidak perlu dibeli, gratis bagi masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Polda Metro Jaya Perketat P...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.