Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apa Bahasa Tertua di Dunia?

📅 Jumat, 08 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Sejarawan dan ahli bahasa umumnya sepakat bahwa Sumeria, Akkadia, dan Mesir adalah bahasa tertua dengan catatan tertulis yang jelas. Ketiganya sudah punah, artinya sudah tidak digunakan lagi dan tidak mempunyai keturunan hidup yang dapat meneruskan bahasa tersebut ke generasi berikutnya.

Adapun bahasa tertua yang masih digunakan, muncul beberapa pesaing. Bahasa Ibrani dan Arab menonjol di antara bahasa-bahasa tersebut karena memiliki garis waktu yang dapat ditelusuri oleh para ahli bahasa, menurut Hieber.

Meskipun bukti tertulis paling awal mengenai bahasa-bahasa ini baru ada sekitar 3.000 tahun yang lalu dan Hieber mengatakan bahwa keduanya termasuk dalam rumpun bahasa Afroasiatik. Akar bahasa ini berasal dari tahun 18.000 hingga 8.000 SM, atau sekitar 20.000 hingga 10.000 tahun yang lalu.

Bahkan dengan rentang waktu yang luas ini, ahli bahasa kontemporer secara luas menerima Afroasiatik sebagai rumpun bahasa tertua. Namun titik pasti perbedaan bahasa Ibrani dan Arab dari bahasa Afroasiatik lainnya masih diperdebatkan.

Bowern menambahkan, bahasa Mandarin ke dalam daftar kandidat. Bahasa tersebut kemungkinan besar muncul dari bahasa Proto-Sino-Tibet. Bahas ini merupakan nenek moyang bahasa Burma dan Tibet, sekitar 4.500 tahun yang lalu, meskipun tanggal pastinya masih diperdebatkan.

Bukti terdokumentasi paling awal mengenai sistem penulisan Tiongkok berasal dari prasasti pada cangkang kura-kura dan tulang binatang yang berasal dari sekitar 3.300 tahun yang lalu. Namun, karakter Tiongkok modern baru diperkenalkan berabad-abad kemudian.

Jika memutar waktu satu atau dua milenium lagi, maka catatan linguistik akan menjadi sangat kabur. Deven Patel, seorang profesor studi Asia selatan di Universitas Pennsylvania, mengatakan catatan tertulis paling awal dalam bahasa Sansekerta adalah teks Hindu kuno yang disusun antara tahun 1500 dan 1200 SM dan merupakan bagian dari Weda, kumpulan karya keagamaan dari India kuno. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.