Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinergi Pengusaha-Petani Harus Saling Menguntungkan

📅 Rabu, 06 Sep 2023, 08:17 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sinergi Pengusaha-Petani Harus Saling Menguntungkan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pelaku usaha skala besar harus menggandeng petani untuk meningkatkan daya saing produsen pangan dan memperkuat ketahanan pangan. Meski demikian, kemitraan pengusaha besar dan petani harus saling menguntungkan.

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, menilai kerja sama petani dengan perusahaan besar itu penting dilakukan demi meningkatkan daya saing produsen pangan. Namun, dia menekankan agar kerja sama harus saling menguntungkan, tidak hanya perusahaan besar saja.

"Perusahaan besar dapat membantu dan bermitra dengan petani dalam konteks edukasi, adopsi teknologi tepat guna, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian," ucap Awan pada Koran Jakarta, Selasa (5/9).

Awan merespons pernyataan Ketua Asean-BAC, Arsjad Rasjid, yang mendorong perusahaan besar untuk memberdayakan petani. Awan mengakui praktik kerja sama ini memang sudah diterapkan di sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Namun, perlu ditingkatkan kemitraan yang memperkuat kelembagaan dan organisasi/koperasi tani, tidak secara parsial secara individu atau kelompok tani dalam skala terbatas

Diakui Awan, selama ini ada kemitraan yang lebih menguntungkan perusahaan besar seperti di sektor perkebunan. "Cara seperti ini semestinya dihentikan. Kerja sama harus saling menguntungkan," tandas dia.

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah, mengatakan, di sektor pertanian, integrasi rantai pasokan harus fokus pada hubungan langsung antara petani skala kecil dan konsumen akhir atau pengolah.

"Inisiatif seperti koperasi petani, model pertanian cerdas iklim yang didukung masyarakat, dan pasar lokal mengurangi perantara dan emisi, sehingga meningkatkan pendapatan petani," ucapnya.

Dia melanjutkan peningkatan pengelolaan pascapanen, seperti peningkatan fasilitas penyimpanan, pengolahan, dan transportasi yang menggunakan energi terbarukan, meminimalkan kerugian, menjaga kualitas produk, dan berkontribusi pada pengurangan emisi di sektor pertanian.

"Pengolahan yang bernilai tambah, melalui kemitraan dengan UKM khusus, menciptakan produk bernilai lebih tinggi, meningkatkan ketahanan petani skala kecil terhadap fluktuasi pasar," papar Said.

Beberapa hal yang perlu dipastikan ketika pendekatan inklusifitas didorong di sektor pertanian tentu saja inklusivitas soal ini menjadi penting dalam pembanguan pertanian ke depan

Dalam konteks Asia Tenggara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani skala kecil tentu saja pembelaan pada petani skala kecil menjadi penting.

Pacu Daya Saing

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, memandang ide kerja sama tersebut sangat baik. "Jika terwujud itu bisa jadi perbaikan di sistem pangan kita produksi distribusi dan konsumsi," ungkap Qomar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.