Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Pasokan Beras di Pasar

📅 Selasa, 05 Sep 2023, 11:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jaga Pasokan Beras di Pasar Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Inflasi berpotensi memanas ke depan seiring risiko lonjakan harga pangan dan dampak penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan untuk mengantisipasi inflasi, baik melalui pendekatan pasar yakni suplai dan permintaan serta pendekatan moneter melalui penguatan suku bunga acuan.

Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, memperingatkan inflasi berpotensi meningkat jika suplai beras ke depan tidak terjaga dengan baik sebagai dampak El Nino dan proteksi perdagangan oleh beberapa negara.

"Karena itu, tindakan preventifnya menjaga suplai bahan pangan agar ketersediaan stoknya selalu ada di pasar dan harganya akan stabil," ungkap Esther pada Koran Jakarta, Senin (4/9).

Dirinya juga khawatir dengan wacana PT Pertamina (Persero) menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite sehingga memaksa masyarakat menggunakan pertamax tentunya akan mendorong kenaikan biaya produksi. Hal itu mengakibatkan kenaikan harga barang-barang sehingga inflasi tidak akan terbendung lagi.

"Apabila inflasi terjadi maka salah satu langkah pengendaliannya dengan menaikkan tingkat suku bunga acuan (Bank Indonesia)," ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada Agustus lalu terjadi deflasi secara bulanan atau month to month (mtm) sebesar 0,02 persen. Meski demikian, secara tahun kalender berjalan atau year to date (ytd) pada Januari-Agustus 2023 terjadi inflasi sebesar 1,43 persen, sementara inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) tercatat sebesar 3,27 persen.

Penyumbang deflasi bulanan terbesar pada Agustus 2023 makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 0,25 persen dan andilnya 0,07 persen. Jika dilihat secara rinci, komoditas yang sumbang deflasi bulanan ini, antara lain daging ayam ras dengan andil deflasi 0,07 persen, bawang merah andilnya 0,05 persen, telur ayam ras deflasi 0,02 persen

Perbanyak Bantuan

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, menilai cost push inflation atau penyesuaian biaya yang dibebankan ke produsen harus diselesaikan pemerintah. Hal itu misalnya dengan memberi lebih banyak bantuan pupuk bersubsidi kemudian memberikan subsidi angkutan pangan hingga kontinu memangkas rantai pasok.

Bahkan, Bhima mendorong harga energi diturunkan untuk mencegah inflasi. "Pemerintah juga bisa menurunkan harga bahan bakar minyak subsidi untuk membantu petani mengelola kenaikan biaya produksi," pungkas Bhima.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, menjelaskan pihaknya terus berupaya agar produksi pangan tidak turun. Di saat terjadinya anomali iklim saat ini, pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh jajaran perlindungan tanaman pangan dari pusat hingga daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

"Kami telah menginstruksikan kepada jajaran perlindungan tanaman pangan agar lebih intensif melakukan kegiatan pengamatan OPT dan lakukan tindakan pengendalian OPT sesegera mungkin, agar serangan OPT seperti wereng batang cokelat (WBC) ini tidak meluas dan mengganggu produksi pangan kita. Utamakan pengendalian OPT yang ramah lingkungan, tapi jika kondisi serangan sudah mencapai ambang pengendalian, segera gerdal dengan bahan pengendali yang sesuai," jelas Yudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.