Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PMI Perlu Manfaatkan Kanal Pengaduan Jika Ada Masalah di Tempat Kerja

📅 Senin, 04 Sep 2023, 18:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PMI Perlu Manfaatkan Kanal Pengaduan Jika Ada Masalah di Tempat Kerja Doc: Istimewa.
Ket. Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani saat melepas 141 PMI ke Korea Selatan di Jakarta, Senin (4/9). Dia meminta PMI memanfaatkan kanal pengaduan jika mengalami masalah di tempatnya bekerja.

JAKARTA - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani meminta PMI di Korea Selatan (Korsel) tak langsung kabur begitu ada masalah di tempatnya bekerja. Sebab, risikonya bisa fatal karena akan dianggap ilegal oleh pemerintah setempat.

Hal itu ditegaskan Benny saat melepas 141 PMI ke Korsel di Jakarta, Senin (4/9). "Jika Anda kabur maka kamu bisa berurusan dengan hukum di Korea. Kamu dianggap pekerja ilegal," tegas Benny.

PMI yang kabur dari tempat kerjanya akan berurusan dengan hukum keimigrasian di Korea. Lalu oleh Pemerintah Indonesia sendiri akan di blacklist, sehingga tidak bisa bekerja di negara lain.

Benny mengatakan bahwa Pemerintah Korea sudah menyiapkan kanal pengaduan bagi pekerja pekerja migran. Sehingga apabila di tempat kerja, PMI merasa tidak sesuai dengan kontrak maka bisa dilaporkan melalui kanal tersebut.

"Jangan langsung kabur karena yang kita cemaskan pemerintah Korea langsung memutus hubungan kerja sama penempatan PMI ini dengan Indonesia, begitu banyak yang kabur," tandas Benny.

"Jika anda kabur itu artinya anda mengubur mimpi anak anak lainnya di Indonesia yang ingin bekerja di Korea,"ungkapnya menambahkan.

Dia menambahkan, pemerintah Korea akan memproses pengaduan PMI begitu ada laporan yang masuk ke kanal tersebut. Mereka akan mencari tempat kerja yang baru bagi PMI bersangkutan.

Benny berpesan agar PMI yang dilepas secara formal harus pulang pula dengan cara yang formal. Karenanya ia menekankan agar mematuhi aturan yang berlaku di negara penempatan.

Diketahui, hari ini BP2MI melepas 141 ke Korea Selatan melalui skema G to G. Jika dirincikan 104 PMI akan bekerja di sektor manufaktur, sementara 37 lainnya di sektor perikanan.

Jika dirincikan sejak awal Januari 2023 hingga 4 September ini, sudah ada 8.722 PMI yang diberangkatkan ke Korea melalui skema G to G (government to government) dari target 16 ribu PMI.

Apabila dijumlah untuk seluruh skema maka hingga 31 Agustus jumlah PMI yang diberangkatkan ke semua negara penempatan mencapai 191.241 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.