Target Penerimaan Pajak 2024 Dinilai Realistis
📅 Rabu, 30 Agu 2023, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal menyampaikan target penerimaan pajak dalam RAPBN 2024 yang sebesar 1.986,9 triliun rupiah masih realistis untuk dicapai.
"Ketika kita menentukan target, tentu berbagai asumsi sudah kita hitung ya, termasuk perkembangan challenging economy ke depan, dan macam-macam faktor yang lain. Termasuk faktor lain sudah kita tentukan," kata Yon Arsal dalam acara diskusi bertajuk Arah Kebijakan Pajak RAPBN 2024 di Jakarta, Selasa (29/8).
Yon Arsal menjelaskan target pertumbuhan pajak sebesar 9,2 persen tersebut masih tergolong rasional karena mengacu pada kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup solid di atas 5 persen. Kemudian, berdasarkan tingkat inflasi Indonesia secara tahunan (yoy) yang menurun di angka 3,08 persen menjadi cerminan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten membaik hingga 2024 nanti.
Untuk mampu mencapai target penerimaan pajak tahun depan, Yon Arsal menjelaskan pihaknya akan menjalankan berbagai strategi kebijakan teknis pajak pada 2024 yang meliputi, pertama, optimalisasi perluasan basis pemajakan sebagai tindak lanjut Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Strategi itu diimplementasikan melalui tindak lanjut program pengungkapan sukarela dan penerapan NIK sebagai NPWP.
Strategi kedua, penguatan ekstensifikasi pajak serta pengawasan terarah dan berbasis kewilayahan. Penguatan dilakukan melalui implementasi penyusunan Daftar Sasaran Prioritas Pengamanan Penerimaan Pajak (DSP4), dan prioritas pengawasan atas WP High Wealth Individual (HWI).
Sebaiknya Anda baca juga:
Strategi ketiga, optimalisasi implementasi core tax system melalui perbaikan layanan perpajakan, pengelolaan data yang berbasis risiko, dan tindak lanjut kegiatan interoperabilitas data pihak ketiga. "Keempat, kegiatan penegakan hukum yang berkeadilan. Ini dengan optimalisasi pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dan pemanfaatan kegiatan digital forensics," kata Yon Arsal.
Serta strategi kelima, dengan adanya penerapan insentif fiskal yang terarah dan terukur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!