Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Hanya di Medsos, Hoaks juga Menyebar lewat WhatsApp, Line, dan Telegram

📅 Selasa, 29 Agu 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Hanya di Medsos, Hoaks juga Menyebar lewat WhatsApp, Line, dan Telegram Doc: ANTARA/Pixabay
Ket. Ilustrasi aplikasi perpesanan Whatsapp.

F.X. Lilik Dwi Mardjianto, Universitas Multimedia Nusantara

Artikel ini adalah bagian dari serial #LawanHoaks2024.

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pengecekan fakta di Indonesia diharapkan bisa menyelamatkan masyarakat dari misinformasi-penyebaran informasi yang salah namun diyakini sebagai suatu kebenaran.

Sejauh ini, organisasi masyarakat, dan aktivis media, serta media mainstream di Indonesia masih banyak mengandalkan media sosial untuk kegiatan pengecekan fakta guna memberantas misinformasi.

Hal ini dapat dimengerti, mengingat media sosial masih menjadi platform yang paling banyak digunakan oleh publik untuk mengakses konten cek fakta dan memverfikasi berita apa pun yang mereka lihat. Selain itu, sebagian besar pengguna ponsel (68%) di Indonesia cenderung mengakses media sosial media untuk mengakses informasi.

Namun, kita sepertinya kurang menyadari bahwa percakapan pribadi kita juga dapat berkontribusi terhadap penyebaran informasi palsu.

Laporan yang disusun oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) mengenai penyebaran misinformasi di Indonesia telah menempatkan WhatsApp - yang saat ini menjadi aplikasi pesan personal paling populer di Tanah Air - sebagai platform untuk menyebarkan misinformasi.

Penelitian terbaru yang saya lakukan bersama tim peneliti dari Program Studi Digital Journalism di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menunjukkan bahwa masyarakat jarang memanfaatkan aplikasi pengiriman pesan instan sebagai sumber utama untuk mencari fakta.

Mungkin ini saatnya bagi pers dan komunitas cek fakta di Indonesia untuk juga berfokus pada strategi penyebaran konten cek fakta dengan menyasar aplikasi perpesanan instan, seperti Whatsapp, Line, dan Telegram.

Misinformasi di aplikasi pengiriman pesan

Digital News Report 2021 yang diterbitkan oleh Reuters Institute for the Study of Journalism menunjukkan bahwa masyarakat global south, termasuk Indonesia, menganggap WhatsApp sebagai media penyebaran misinformasi.

Artinya, chat WhatApp kita belum benar-benar aman dari hoaks.

Namun sayangnya, dari total 1.596 responden penelitian kami, hanya 379 yang menggunakan aplikasi pengiriman pesan instan - WhatsApp, Telegram, Line - untuk mencari konten cek fakta dan memverifikasi informasi yang mereka dapat.

Mayoritas responden (1.335) masih lebih suka mengakses konten cek fakta melalui media sosial. Platform lain yang mereka sukai adalah situs berita (769), mesin pencari (731) dan televisi (388).

Kami berpendapat bahwa cek fakta yang dipersonalisasi melalui WhatsApp atau aplikasi pesan lainnya penting dilakukan untuk melengkapi strategi cek fakta yang selama ini lebih banyak dilakukan di media sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

47 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.