Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Diajak Membangun Keluarga Tangguh Krisis Iklim

📅 Kamis, 24 Agu 2023, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Diajak Membangun Keluarga Tangguh Krisis Iklim Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng
Ket. Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin.

Semarang - Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat membangun keluarga yang tangguh terhadap krisis iklim yang berdampak pada kesehatan, ketahanan pangan, dan perekonomian masyarakat.

"Dengan kondisi tersebut, saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya tim penggerak dan kader PKK, untuk mengantisipasi krisis iklim, dan melakukan upaya mitigasi," kata Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin di Semarang, Rabu.

Dirinya mengakui perubahan iklim berdampak pada banyak hal, seperti cuaca, curah hujan, suhu, dan kelembaban, bahkan secara makro juga menyebabkan perubahan pola tanam, sehingga memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen.

Selain itu, bisa berdampak gagal panen yang tentunya mengganggu ketersediaan pangan, termasuk yang berasal dari kelautan dan perikanan secara luas.

"Inilah yang dinamakan krisis iklim. Oleh karena itu, kita harus melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim," ujarnya.

Nawal menyebut kegiatan adaptasi, antara lain menyangkut pengendalian kekeringan, banjir dan longsor, peningkatan ketahanan pangan, penanganan atau antisipasi kenaikan muka laut, rob, intrusi air laut, abrasi, ablasi atau erosi akibat angin, gelombang tinggi, serta pengendalian penyakit terkait iklim.

Selain itu, kegiatan mitigasi meliputi pengolahan sampah dan limbah padat, pengolahan dan pemanfaatan limbah cair, penggunaan energi baru, terbarukan dan konservasi energi, pengolahan budidaya pertanian, peningkatan tutupan vegetasi, serta pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

"Yang harus dilakukan, bagaimana ketahanan keluarga saat krisis iklim. Kita harus memberikan edukasi pada anak, karena adanya krisis iklim banyak menimbulkan dampak tidak hanya ekonomi, tapi juga daya tahan anak, termasukstunting," katanya.

Menurut dia, orang tua sebaiknya mengajarkan kepada anak bagaimana beradaptasi misalnya penyebab krisis iklim salah satunya penggunaan bahan baku fosil dan mengenalkan hal terkecil kepada anak seperti menghemat listrik.

"Indikator cuaca dan iklim harus disampaikan kepada anak misalnya dingin harus pakai jaket, polusi harus memakai masker, itu anak ada alarm sendiri dalam dirinya. Itu harus dilakukan orang tua, supaya anak bisa bertahan. Termasuk, bagaimana cara mengajarkan anak tanggung jawab pelestarian lingkungan hidup, mulai hal terkecil, bagaimana mengolah sampah, meminimalisir sampah plastik, atau bersepeda, menghemat listrik bisa dilakukan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.