Biadab! Hampir Tiga Tahun Lina Alami Siksaan dan Pemerkosaan di Malaysia
📅 Kamis, 24 Agu 2023, 16:26 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO/KBRI Kuala Lumpur
KUALA LUMPUR - Seorang asisten rumah tangga (ART) asal Sumatera Utara (Sumut) mengalami penyiksaan hingga pemerkosaan oleh majikannya yang merupakan nelayan di kawasan Kuala Selangor, Malaysia.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono di Kuala Lumpur, Kamis, mengatakan penyiksaan fisik dan eksploitasi seksual yang dialami Lina (bukan nama sebenarnya) hampir tiga tahun, merupakan tindakan biadab.
Lina, menurut Hermono yang menangani langsung kasus itu, mulai bekerja dengan majikannya tersebut pada September 2020 selalu mengalami kekerasan hingga menderita luka serius.
Dari pengakuan Lina, Hermono mengatakan penyiksaan tidak hanya dilakukan majikannya saja, namun juga termasuk kawan-kawan majikan tanpa alasan yang jelas.
"Saya selalu merasa ketakutan setiap ada orang datang ke rumah majikan karena pasti akan dipukuli," kata Dubes Hermono menirukan ucapan Lina padanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak hanya mengalami kekerasan fisik hampir tiga tahun, Lina juga hanya satu kali menerima gaji sebesar 900 ringgit (RM) atau sekitar Rp2,9 juta. Bahkan Lina kadang dipaksa melaut menangkap ikan selain mengerjakan pekerjaan rumah tangga, kata Hermono.
Lina menyampaikan pada Dubes Hermono setidaknya ia pernah lari dari rumah majikannya itu sebanyak empat kali, namun selalu ditemukan oleh majikannya dan dipaksa kembali bekerja.
Bahkan, menurut Hermono, saat Lina dalam kondisi berdarah-darah dibantu seorang tetangga majikannya melapor ke aparat kepolisian setempat, namun oleh oknum anggota polisi yang menemuinya justru mengembalikannya lagi ke majikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sambil berlinang air mata Lina mengaku betul-betul putus asa memikirkan cara menyelamatkan diri dari penyiksaan dan kelakuan bejat majikannya tersebut, kata Hermono.
Diselamatkan warga
Hermono mengatakan penderitaan Lina berakhir setelah dirinya berhasil melarikan diri dan disembunyikan selama empat hari oleh warga setempat, yang kemudian diantarkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada Sabtu (19/8).
Saat itu Lina dalam kondisi luka terbuka di pelipis sebelah kiri dan tangan kanan akibat pukulan benda keras. Staf KBRI langsung membawa Lina ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dua tulang rusuk Lina patah akibat pukulan balok kayu. Bahkan patahan tulang rusuk tersebut melukai paru-parunya sehingga mengganggu pernafasannya.
Saat ini Lina dalam perlindungan KBRI Kuala Lumpur untuk proses penyembuhan luka-lukanya dan proses hukum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!