Skrining dan Deteksi Dini Kanker Paru Kunci Kurangi Kematian
📅 Rabu, 23 Agu 2023, 20:22 WIB | Oleh: Haryo BronoPresiden Direktur AstraZeneca, Se Whan Chon, mengatakan, berdasarkan prevalensi global dari American Lung Cancer Association, terdapat sekitar 500 ribu orang yang hidup dengan kanker paru-paru di Indonesia. Angka tersebut dinilai lebih tinggi dari negara lain negeri ini memiliki jumlah perokok dan perokok pasif yang lebih tinggi.
"Namun, hanya 4 persen dari mereka yang hidup dengan kanker paru-paru didiagnosis menderita kanker paru-paru setiap tahunnya, dimana 90 persen didiagnosis pada stadium lanjut. Oleh karenanya sangat penting untuk meningkatkan tingkat diagnosis yang rendah dan memperkuat sistem perawatan kesehatan untuk mendukung diagnosis dini dan skrining kanker paru-paru," kata dia.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Dr. Eva Susanti, S. Kp, M.Kes., mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya YKI, AstraZeneca, PDPI, dan IASTO secara bersama sama agar dapat meningkatkan program skrining nasional untuk kanker paru. Ada beberapa hal penting yg harus dilakukan yaitu kita fokus pada identifikasi populasi berisiko tinggi melalui adopsi Kuesioner Profil Risiko Kanker Paru dan eksplorasi potensi penggunaan teknologi inovatif seperti CT scan berdosis rendah dan kecerdasan buatan.
"Hal ini dapat membantu radiolog dalam mengidentifikasi pertumbuhan yang berpotensi kanker pada tahap awal, sehingga pasien kanker paru dapat dideteksi dan diobati lebih awal," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Head of Corporate Affairs of AstraZeneca Indonesia, Hoerry Satrio, mengatakan, sesuai dengan Nota Kesepahaman yang disepakati awal tahun ini antara AstraZeneca dan Kementerian Kesehatan, yang bertujuan untuk mendorong Transformasi Pelayanan Kesehatan, pihaknya berharap untuk meneruskan dialog berkelanjutan hari ini dengan Kementerian Kesehatan dan mitra-mitra terhormat.
"Bersama-sama, kita bercita-cita membuka jalan menuju pembentukan program Skrining Kanker Paru nasional, langkah penting menuju masa depan Indonesia yang lebih sehat dan lebih tahan terhadap kanker paru," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!