Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Limbah PLTN Fukushima Akan Dibuang ke Laut Mulai 24 Agustus

📅 Rabu, 23 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Limbah PLTN Fukushima Akan Dibuang ke Laut Mulai 24 Agustus Doc: PHILIP FONG / AFP
Ket. Deretan tangki penyimpanan air yang terkontaminasi di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi milik TEPCO di Okuma, prefektur Fukushima, Jepang, Minggu (20/8). Jepang telah menyatakan pelepasan air limbah itu aman.

TOKYO - Jepang mengatakan akan mulai melepaskan lebih dari satu juta metrik ton air olahan dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima yang rusak pada 24 Agustus 2023, sesuai rencana yang menuai kritik keras dari Tiongkok.

Dikutip dari The Straits Times, Selasa (22/8), rencana tersebut, yang disetujui dua tahun lalu oleh pemerintah Jepang, sebagai hal yang penting untuk menonaktifkan pembangkit listrik yang dioperasikan oleh Tokyo Electric Power Company (Tepco), juga mendapat kritik dari kelompok nelayan lokal, yang khawatir akan rusaknya reputasi dan ancaman terhadap mata pencaharian mereka.

"Saya telah meminta Tepco untuk segera mempersiapkan pembuangan air sesuai rencana yang disetujui oleh Otoritas Regulasi Nuklir, dan mengharapkan pelepasan air dimulai pada 24 Agustus, jika kondisi cuaca memungkinkan," kata Perdana Menteri Fumio Kishida.

Pengumuman itu muncul sehari setelah pemerintah mengatakan industri perikanan telah memahami keamanan atas pembuangan air itu, bahkan ketika kelompok nelayan mengatakan masih khawatir kerusakan reputasi akan merusak mata pencaharian.

"Batch pertama air yang akan dilepaskan mulai Kamis berjumlah 7.800 meter kubik selama sekitar 17 hari," kata Tepco pada briefing yang diadakan pada Selasa.

"Air itu akan mengandung sekitar 190 becquerels (satuan radioaktivitas) tritium per liter, di bawah batas minum Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 10.000 becquerels per liter," ujar Tepco.

Memenuhi Standar

Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA), memberi lampu hijau pada rencana tersebut pada Juli, dengan mengatakan itu memenuhi standar internasional dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan "dapat diabaikan".

Sekitar 56 persen responden survei yang dilakukan oleh lembaga penyiaran Jepang, Fuji News Network (FNN), pada akhir pekan mengatakan mereka mendukung rilis itu, sementara 37 persen menentangnya.

"IAEA dan banyak negara lain telah menyatakan hal ini aman, jadi saya yakin hal ini aman. Tapi para nelayan menghadapi begitu banyak masalah sehingga pemerintah Jepang perlu melakukan sesuatu untuk meyakinkan mereka," kata aktivis LSM berusia 77 tahun, Hiroko Hashimoto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.