Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Kekerdilan Anak, BKKBN: Kaltim Harus Tingkatkan Pemantauan Stunting

📅 Rabu, 23 Agu 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Kekerdilan Anak, BKKBN: Kaltim Harus Tingkatkan Pemantauan Stunting Doc: Antaranews Kaltim/Fandi
Ket. Spanduk seruan pencegahan stunting di depan Kantor BKKBN Kaltim.

Samarinda - Atasi kekerdilan anak, penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dwi Listyawardani menegaskan Provinsi Kalimantan Timur harus meningkatkan cakupan pemantauan balita untuk menurunkan angka stunting.

"Cakupan anak-anak yang diukur berat badan dan tinggi badannya di Kaltim masih relatif rendah, sekitar 40 persen, padahal idealnya semua balita harus termonitor," katanya di Samarinda, Selasa.

Dwi menjelaskan, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Anak yang mengalami stunting dapat berdampak pada penurunan kemampuan kognitif dan produktivitas anak di masa depan.

"Jadi kita lebih baik mencegah daripada kalau sudah terlanjur stunting itu lebih susah lebih banyak biaya," katanya.

Dwi menambahkan bahwa salah satu faktor yang berpengaruh terhadap stunting adalah usia ibu saat melahirkan.

Ia menuturkan angka kehamilan dan kelahiran di bawah usia 20 tahun secara nasional termasuk di provinsi-provinsi di Kalimantan masih tinggi. Hal ini menjadi PR yang luar biasa yang harus diselesaikan oleh BKKBN.

Ia berharap kepada Provinsi Kaltim dapat memetakan keluarga resiko stunting dari data pendataan keluarga, sehingga intervensi dari berbagai pihak dapat tepat sasaran.

Dirinya optimis sumber daya yang ada di Kaltim dapat menyelesaikan masalah stunting tanpa harus bantuan dari pusat.

Dwi mengungkapkan angka stunting nasional saat ini adalah 21,6 persen, sedangkan angka stunting Kaltim adalah 22 persen. Ia menilai Provinsi Kaltim seharusnya tidak dekat dengan angka nasional, melainkan lebih rendah.

"Harusnya Kaltim itu jangan di bawah standar nasional, karena provinsi Kaltim termasuk daerah yang maju dan kaya sumber daya alam," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

34 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.