Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vietnam Siap Gabung dalam Konektivitas Pembayaran Kawasan

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 11:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Vietnam Siap Gabung dalam Konektivitas Pembayaran Kawasan Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
Ket. Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yogi Rahmayanti (kiri) dan Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia (BI) Iss Savitri Hafid (kanan) saat media briefing di Jakarta, Senin (21/8/2023).

JAKARTA - Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia (BI), Iss Savitri Hafid mengatakan Vietnam siap bergabung dalam kesepakatan konektivitas pembayaran di kawasan atau Regional Payment Connectivity (RPC). Dengan bergabungnya Vietnam, maka akan menambah jajaran negara yang bersepakat dalam kerja sama konektivitas pembayaran di kawasan.

Kesepakatan tersebut sebelumnya telah melibatkan Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank of Thailand (BOT). "Mengenai Regional Payment Connectivity, yang sudah siap sekarang itu Vietnam. Mudah-mudahan bisa tanda tangan kerja sama pada 25 Agustus (2023)," kata Iss saat media briefing di Jakarta, Senin (21/8).

Kerja sama ditujukan untuk mewujudkan dan mendukung pembayaran lintas batas yang lebih cepat, murah, transparan, dan inklusif, yang dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Konektivitas Pembayaran Kawasan di Bali pada November 2022.

Kesepakatan konektivitas tersebut dilakukan melalui Quick Response (QR) Code, fast payment, data Real Time Gross Settlement (RTGS), serta transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Terkait LCT, Iss menyebut belum semua negara familier dengan sistem LCT. Oleh karena itu, target BI tahun ini adalah untuk membuat sistem LCT menjadi familier di tiap negara yang terlibat dalam kerja sama.

Lebih lanjut, Iss mengatakan rancangan peta jalan untuk kesepakatan konektivitas pembayaran di kawasan telah disusun. Peta jalan tersebut juga memetakan lima hingga enam negara lainnya. Namun, Iss belum bisa merinci detail dari peta jalan tersebut.

Meski hingga sejauh ini cakupan kerja sama konektivitas pembayaran di kawasan masih berkisar di negara-negara ASEAN, Iss menyatakan ada rencana jangka panjang untuk memperluas kesepakatan ke negara-negara di luar ASEAN. "Ini masih tahap pembahasan awal, tapi semangatnya sudah ada," ujar Iss.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

BPBD DKI Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.