Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Didukung Reformasi Perpajakan, Target Penerimaan Pajak pada 2024 Dinaikkan 9%

📅 Kamis, 17 Agu 2023, 13:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Didukung Reformasi Perpajakan, Target Penerimaan Pajak pada 2024 Dinaikkan 9% Doc: ANTARA/Bayu Saputra.
Ket. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama jajaran menteri berfoto bersama saat konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, Rabu (16/8/2023).

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 ditargetkan mencapai Rp1.986,9 triliun.

"Penerimaan pajak kita akan mencapai Rp1.986,9 triliun, reform tadi seperti pemaduan NIK dan NPWP, kita akan melihat pada high wealth individual, cortex system kita upayakan selesai dan menggunakan digital forensic dan kerja sama global dari sisi perpajakan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, Rabu (17/8).

Jumlah target tersebut menandakan pertumbuhan 9,3 persen dari outlook 2023 yang sebesar Rp1.818,2 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan untuk mencapai target tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerapkan beberapa reformasi pajak yang mencakup implementasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), ekstensifikasi wajib pajak high wealth individual dan pemanfaatan digital forensic.

"Dengan adanya pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, kita berharap tax ratio-nya akan meningkat," ujarnya.

Lebih lanjut, Bendahara Negara tersebut juga berfokus pada insentif fiskal yang terarah dan terukur, di antaranya mendukung transisi ekonomi hijau (green economy), termasuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Kemudian mendukung investasi dan hilirisasi, mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta meningkatkan kualtias sumber daya manusia (SDM).

Sebaiknya Anda baca juga:

Dari sisi postur RAPBN 2024, Sri Mulyani memaparkan bahwa pendapatan negara pada tahun 2024 ditargetkan mencapai Rp2.781,3 triliun, meningkat Rp1.133,5 triliun dibandingkan tahun 2020 yang tercatat Rp1.647,8 triliun.

"Jadi kenaikan berdasarkan pemulihan ekonomi dan menimbulkan pendapatan yang gunakan lagi untuk membiayai pembangunan," tutur Sri Mulyani.

Adapun dalam pidato tahunannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa untuk mampu mencapai target pendapatan negara tersebut, pemerintah akan melakukan beberapa langkah optimalisasi.

Pertama, pemerintah akan menjaga efektivitas reformasi perpajakan untuk perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan dan penggalian potensi. Kedua, pemerintah akan mengimplementasikan sistem inti perpajakan, serta perbaikan tata kelola dan administrasi perpajakan. Ketiga, implementasi NIK sebagai NPWP dalam rangka meningkatkan rasio perpajakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.