Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi Strategis, AirNav – CAAS Siap Optimalkan Pengelolaan Lalu Lintas Udara 

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 16:00 WIB | Oleh:
Perkuat Kolaborasi Strategis, AirNav – CAAS Siap Optimalkan Pengelolaan Lalu Lintas Udara  Doc: Dok. Istimewa

TANGERANG – AirNav Indonesia bersama Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) membahas penguatan kolaborasi strategis pengelolaan lalu lintas udara regional Asia Pasifik. Pertemuan tersebut digelar di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, akhir pekan lalu. 

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno menjelaskan, pembahasan antara AirNav Indonesia dengan delegasi CAAS itu difokuskan pada pengembangan Air Traffic Flow Management (ATFM), implementasi Cross-Border Extended Arrival Flow Management (FlexMAN), serta modernisasi navigasi penerbangan melalui Minimum Implementation Path (MIP).

”Dalam pemaparannya, CAAS menekankan pentingnya penguatan kolaborasi regional melalui pendekatan Regional Air Traffic Management (RATM) yang mengedepankan modernisasi sistem ATM, peningkatan situational awareness, dan collaborative decision making antarpemangku kepentingan navigasi penerbangan kawasan Asia Pasifik,” ungkap Avirianto dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Pada pertemuan itu, Direktur Utama AirNav Indonesia didampingi Direktur Operasi Setio Anggoro dan Direktur Teknik AirNav Indonesia Zainal Arifin Harahap. Sementara delegasi CAAS dipimpin Senior Director NextGen Programme Office Tan Kah Han, Director ANS Engineering Loo Chee Beng, Deputy Director ANS Planning & Development Carol Teo, serta Deputy Director ANS Planning & Development Joel Ng.

Avirianto Suratno menambahkan, AirNav Indonesia menyambut positif langkah ini, menyusul proyeksi pertumbuhan trafik udara Asia Pasifik yang diperkirakan meningkat signifikan dalam dua dekade mendatang. ”Situasi tersebut menghadirkan tantangan baru ke depan, berupa meningkatnya kompleksitas ruang udara, kepadatan trafik, kebutuhan interoperabilitas layanan navigasi penerbangan antarnegara, hingga tuntutan efisiensi dan keberlanjutan operasional penerbangan,” lanjut dia.

Sehubungan dengan itu, salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah keterlibatan AirNav Indonesia dalam APAC Traffic Flow Coordination Call (TFCC), yaitu forum koordinasi regional ATFM yang bertujuan memperkuat pertukaran informasi trafik, kondisi cuaca, prediksi kepadatan ruang udara, serta pengaturan arus lalu lintas udara lintas negara secara lebih terintegrasi.

Selain itu, kedua pihak juga membahas pengembangan FlexMAN untuk mendukung pengaturan kedatangan pesawat lintas batas negara secara lebih efisien melalui koordinasi sequencing dan pengendalian arus trafik sejak fase upstream. Implementasi konsep ini diharapkan mampu meningkatkan prediktabilitas kedatangan pesawat, mengurangi kepadatan terminal airspace, meningkatkan efisiensi penggunaan ruang udara, serta menekan konsumsi bahan bakar penerbangan.

Avirianto menegaskan, kolaborasi regional menjadi faktor penting dalam membangun sistem navigasi penerbangan yang adaptif terhadap pertumbuhan trafik udara dan tantangan operasional masa depan.

“Pengelolaan lalu lintas udara ke depan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi regional yang kuat, interoperabilitas sistem, serta penguatan koordinasi lintas negara agar ruang udara Asia Pasifik dapat dikelola secara lebih aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, delegasi CAAS turut meninjau Indonesia National Air Navigation Center (INMC) sebagai pusat okestrasi layanan navigasi yang dikelola AirNav Indonesia, serta mengunjungi lokasi New Jakarta Air Traffic Service Center (New JATSC) yang tengah melakukan finalisasi pengimplementasian sistem Air Traffic Management System (ATMS).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Pengungsi Yaman Menjerit Bu...

Awal Musim Hujan Bakal Lebih Lambat

39 menit yang lalu | Ones

Nasional
Awal Musim Hujan Bakal Lebi...
Luar Negeri
Negara G7 Mengutuk Serangan...
CUACA EKSTREM

California Umumkan Darurat El Nino

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
California Umumkan Darurat ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.