Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Semua Aman, KJRI LA Terus Pantau Kondisi WNI dan Situasi Kebakaran di Hawaii

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Semua Aman, KJRI LA Terus Pantau Kondisi WNI dan Situasi Kebakaran di Hawaii Doc: ANTARA/HO-KJRI Los Angeles
Ket. Komunitas Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat pada Minggu (4/12/2022) mengadakan bazaar makanan untuk menggalang dana bagi korban gempa di Cianjur.

Jakarta - Semoga semua aman, KJRI Los Angeles terus memantau situasi kebakaran di Maui, Hawaii, dan menjalin komunikasi dengan otoritas lokal dan komunitas Indonesia di wilayah tersebut, kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, Selasa.

Judha menyampaikan bahwa hingga Selasa (15/8) tidak ada informasi mengenai adaWNI yang meninggal dunia akibat kebakaran hutan tersebut.

Adapun jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran tersebut hingga Selasa telah mencapai 99 orang, kata dia mengutip otoritas setempat.

Namun, Judha mengatakan ada satu WNI, yang menikah dengan warga Amerika Serikat, yang rumahnya terbakar. KJRI telah berkomunikasi dengan WNI tersebut dan saat ini telah diungsikan ke lokasi aman di War Memorial Stadium Complex di kota Wailuku, Hawaii.

KJRI Los Angeles juga terus mengimbau masyarakat Indonesia di Hawaii untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah setempat. Para WNI juga dapat menghubungi hotline KJRI jika mengalami situasi darurat.

Berdasarkan catatan KJRI LA, terdapat sekitar 600 WNI yang tinggal di Hawaii dan sekitar 20 di antaranya menetap di Maui, yang menjadi lokasi kebakaran.

Kebakaran hutan terjadi pada 8 Agustus di kota Laihana di bagian barat Pulau Maui di Hawaii, AS. Angin kencang akibat badai Dora mengakibatkan api meluas semakin hebat. Kebakaran tersebut terjadi di tengah cuaca ekstrem di AS pada musim panas yang kering ini.

Kebakaran Maui adalah kebakaran hutan paling mematikan di AS sejak 1918, ketika Kebakaran Cloquet di Minnesota utara, yang berkobar selama lebih dari empat hari, merenggut korban 453 jiwa, kata National Fire Protection Association (NFPA).

Kebakaran paling mematikan sepanjang sejarah AS adalah kebakaran Peshtigo di Wisconsin pada 1871. Kebakaran ini merenggut 1.152 nyawa manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.