Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulmonolog: Masker Bukan Utama, Paling Penting Cari Sumber Polusi

📅 Selasa, 15 Agu 2023, 23:33 WIB | Oleh:
Pulmonolog: Masker Bukan Utama, Paling Penting Cari Sumber Polusi Doc: antara

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama berpendapat masker bukan utama untuk mencegah polutan udara, namun yang paling penting Pemerintah dan masyarakat mencari sumber polusi lalu mengendalikannya.

Tjandra melalui pesan elektroniknya kepada ANTARA, Selasa berpendapat walau tidak sepenuhnya mencegah polutan udara selain mencegah penularan penyakit lain, masker setidaknya dapat membantu.

Menurut dia, semakin bagus mutu masker maka lebih baik perlindungannya. Namun, belum ada bukti ilmiah dengan angka pasti semisal masker N95, masker bedah atau dua dan tiga lapis masker akan menurunkan polusi sekian persen.

"Akan sangat tergantung dari kadar polusi di tempat seseorang sedang berada, hembusan angin, mungkin kelembaban dan lainnya," kata Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI itu.

Lebih lanjut terkait hal yang bisa dilakukan masyarakat demi mencegah terkena polutan udara yakni sedapat mungkin membatasi aktivitas fisik berat di daerah polusi udara sedang tinggi, misalnya di jalan macet dan lainnya.

"Tentu hal ini tidak mudah dilakukan, tetapi setidaknya perlu jadi perhatian kalau dimungkinkan," ujar Tjandra.

Sementara itu, terkait alat air purifier atau pemurni udara untuk mencegah polutan, seperti halnya masker, ini memerlukan bukti ilmiah yang valid terlebih dulu, juga akan tergantung dari seberapa besar polusi udara di dalam ruangannya, bagaimana ventilasi ruangan itu dan lainnya.

Oleh karena itu, Tjandra mengajak masyarakat tidak cepat mengambil kesimpulan sebelum ada data ilmiah yang jelas.

Kemudian, untuk masyarakat yang mempunyai penyakit kronik pernapasan dan ada obat yang harus rutin dikonsumsi maka sebaiknya ingat untuk mengonsumsinya sesuai aturan yang ada.

Selain itu, apabila ada perburukan dan keluhan tambahan semisal serangan asma, maka disarankan segera berkonsultasi ke petugas kesehatan atau setidaknya menggunakan obat yang memang sudah dianjurkan untuk mengatasi perburukan keluhan.

Lalu, dengan sedang adanya polutan di udara maka orang-orang tidak menambah polusi lain masuk ke paru dan saluran napas.

"Seperti janganlah merokok dan jangan membakar, serta upayakan jangan melakukan kegiatan yang menambah polusi udara di sekitar kita," kata Tjandra.

Sementara itu, sebagai saran pada Pemerintah, Tjandra menekankan pentingnya identifikasi secara lebih jelas tentang apa saja yang menjadi penyebab polusi udara sekarang ini dan melakukan tindakan nyata di lapangan untuk mengatasi penyebabnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.