Pemerintah Harus Berjuang Kembangkan Pangan, Energi, dan Teknologi untuk Kemajuan Bangsa
📅 Senin, 14 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Jika demikian, yang ada kita mewariskan utang ke anak cucu, sementara bangunan fisik satu saat akan tinggal jadi sejarah," kata Hardjuno.
Satu bangsa kalau mau maju dan mampu bertahan berabad-abad kemudian, tetap akan butuh pangan, energi, dan teknologi. Kalau ketiganya tidak dibangun maka akan selalu terbelakang.
"Investasi Indonesia di teknologi hanya 0,15 persen dari GDP. Padahal negara maju bisa 2-3 persen," katanya.
Hardjuno mengingatkan, VOC yang membangun Ibu Kota Jakarta dengan megah di eranya, sampai hari ini, orang mengingat mereka hanya sebagai penjajah yang lalim. Kalau tidak membangun manusia Indonesia, jangan harap pemimpin Indonesia akan dikenang di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain VOC, sejarah juga menunjukkan kalau orang tidak peduli siapa yang membangun Tembok China, Piramida di Mesir, dan Machu Pichu peninggalan Inca di Peru, serta Angkor Wat, kota megah yang dibangun di Kamboja. "Semuanya tinggal nama dan negaranya tidak maju saat ini, karena pemerintahnya saat itu hanya membangun fisik, tapi rakyatnya, manusianya, tidak dibangun.
"Reformasi kualitas sumber daya manusia Indonesia adalah utama dan pertama dengan landasan kepastian hukum didampingi dengan pembangunan infrastruktur negara, agar NKRI tidak semakin tertinggal di dunia yang sudah menuju ke era artificial intelligence," kata Hardjuno.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!