Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat, Konflik di Sudan Membuat 6,3 Penduduknya Menuju Bencana Kelaparan

📅 Senin, 14 Agu 2023, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat, Konflik di Sudan Membuat 6,3 Penduduknya Menuju Bencana Kelaparan Doc: Antara/WFP/Alessandro Abbonizio/Reuters
Ket. Kendaraan "Sherp" segala medan, yang dioperasikan oleh Program Pangan Dunia (WFP), menerobos banjir untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak di Twic East, Negara Bagian Jonglei, Sudan Selatan, 9 Maret 2023.

JENEWA - Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) mengatakan konflik di Sudan telah membuat sekitar 20 juta orang berada dalam kelaparan akut yang parah, dengan 6,3 juta di antaranya "selangkah lagi" menuju bencana kelaparan.

"Sekitar 42 persen penduduk Sudan saat ini berada dalam kelaparan dan 6,3 juta di antaranya diklasifikasikan menurut Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu atau The Integrated Food Security Phase Classification (IPC) kategori kelaparan 3 atau 4, hanya selangkah menuju bencana kelaparan," kata direktur WFP, Eddie Rowe, pada konferensi pers PBB secara virtual, pekan lalu.

"Sejak pertengahan April, konflik terus meluas, dan dinamikanya membuat konflik semakin rumit. Mencapai orang-orang yang membutuhkan bantuan makanan penyelamat jiwa juga menjadi lebih sulit dan mendesak," tambah Rowe.

Sudan luluh lantak akibat perang antara militer dengan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) sejak pertengahan April, dalam konflik yang menewaskan lebih dari tiga ribu warga sipil dan melukai ribuan lainnya, menurut keterangan petugas medis.

Sejak konflik dimulai, lebih dari empat juta jiwa meninggalkan wilayah itu akibat krisis, menurut data terbaru dari badan pengungsi PBB UNHCR.

Situasi ketahanan pangan di negara itu "sangat mengkhawatirkan", kata wakil perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Adam Yao.

Yao menggarisbawahi bahwa 20,3 juta warga di seluruh Sudan menghadapi ketahanan pangan akut, "membuat Sudan salah satu negara yang paling tidak aman pangan di planet ini."

Negara-negara bagian seperti Khartoum, Kordofan Selatan dan Barat, dan sebagian Darfur adalah yang paling buruk dilanda kelaparan, catat Yao.

Ia menambahkan, FAO akan memberikan pelayanan dan bantuan ternak kepada 1,3 juta penggembala dalam rangka peningkatan gizi dan ketahanan pangan bagi 6,5 juta jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.