Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Game Changer', Tiongkok Sudah Bisa Melacak Kapal Selam AS Paling Senyap Sekalipun

📅 Senin, 14 Agu 2023, 17:27 WIB | Oleh:

Menurut hasil pemodelan komputer, "sinyal medan listrik induksi yang signifikan dapat diamati di sekitar haluan, buritan, dan bagian belakang lambung".

Menurut para peneliti, emisi elektromagnetik yang dihasilkan oleh gelembung kavitasi berfluktuasi dari waktu ke waktu, menghasilkan sinyal berbeda dalam rentang frekuensi yang sangat rendah, dari 49,94 Hz hingga 34,19 Hz.

Meskipun redup, sinyal ELF dapat menempuh jarak yang sangat jauh, berkat kemampuannya untuk menembus air dan mencapai ionosfer, tempat sinyal tersebut dipantulkan kembali ke permukaan bumi.

Kualitas ini sudah dimanfaatkan untuk komunikasi kapal selam. Tiongkok, misalnya, telah membangun antena terbesar di dunia untuk mengirimkan sinyal ELF ke armada kapal selamnya yang tersembunyi di perairan dalam.

"Ini juga dapat memberikan referensi untuk pemilihan frekuensi komunikasi elektromagnetik untuk kapal selam berkecepatan tingg," kata Zou.

Teknologi pendeteksian elektromagnetik tradisional menemukan dan melacak gangguan di medan magnet Bumi yang diciptakan oleh pergerakan melalui air kapal selam, yang biasanya terbuat dari bahan feromagnetik seperti baja.

Dengan menganalisis kekuatan dan arah medan elektromagnetik, dimungkinkan untuk menentukan lokasi dan pergerakan kapal selam. Namun teknologi pendeteksian tradisional semakin dibatasi oleh penanggulangan yang digunakan oleh perancang kapal.

Ini termasuk penggunaan bahan bermagnet rendah atau non-logam dalam desain cangkang kapal selam, serta langkah-langkah lain untuk terus mengurangi karakteristik elektromagnetik kapal.

Menurut Zuo dan timnya, ada kebutuhan mendesak untuk meneliti jenis sumber sinyal baru, tetapi mereka memperingatkan bahwa ada beberapa tantangan praktis untuk mendeteksi sinyal elektromagnetik yang dihasilkan oleh kavitasi kapal selam.

Ini termasuk hilangnya sinyal ketika kapal selam melambat atau berhenti, serta gangguan dari sumber lain - seperti kebisingan elektromagnetik yang terjadi secara alami atau sinyal buatan manusia.

Aliran air di sekitar kapal selam juga bisa sangat bergejolak dan tidak stabil, yang dapat memengaruhi pembentukan dan evolusi gelembung kavitasi dan sinyal elektromagnetik yang dihasilkan.

Para peneliti mengatakan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami fisika kompleks di balik kopling aliran-elektromagnetik, untuk mengembangkan model yang lebih akurat dan andal untuk memprediksi tanda kapal selam elektromagnetik yang diinduksi ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

34 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.