Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebakaran Hutan di Hawaii Picu Kemarahan Publik, Investigasi Mulai Dilakukan

📅 Minggu, 13 Agu 2023, 10:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Hutan di Hawaii Picu Kemarahan Publik, Investigasi Mulai Dilakukan Doc: AFP/Sébastien VUAGNAT
Ket. Foto udara menunjukkan bangunan dan rumah yang hancur setelah kebakaran hutan di Lahaina, Maui barat, Hawaii pada 11 Agustus 2023.

LAHAINA - Respons lamban pemerintah Hawaii terhadap peristiwa kebakaran hutan yang meratakan kota Lahaina Hawaii memicu kemarahan publik. Kebakaran tersebut menewaskan sedikitnya 89 orang.

Lebih dari 2.200 bangunan rusak atau hancur dalam kebakaran yang melanda Lahaina, Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) mengatakan. Kebakaran menimbulkan kerusakan dan kerugian 5,5 miliar dolar AS. Ribuan orang kini hidup tanpa rumah.

Pihak berwenang Hawaii tengah melakukan penyelidikan atas penanganan kebakaran. Seorang anggota kongres mengakui para pejabat telah meremehkan bahaya kebakaran dan penduduk mengatakan tidak ada peringatan kebakaran.

"Gunung di belakang kami terbakar dan tidak ada yang memberi tahu kami jack," kata Vilma Reed (63).

"Kamu tahu kapan kami menyadari ada api? Ketika api sudah di seberang jalan dari (tempat) kami."

Reed yang rumahnya hancur oleh kobaran api mengatakan, mereka lari menjauh dari kobaran api dengan apa yang mereka miliki di mobil mereka. Dan saat ini mereka bergantung pada bantuan dan kebaikan orang asing.

"Ini rumahku sekarang," katanya, menunjuk ke mobil tempat dia tidur bersama putrinya, cucunya, dan dua kucing peliharaan.

Di reruntuhan Lahaina, Anthony Garcia mengatakan kepada AFP bagaimana api telah memusnahkan apartemennya.

"Butuh semuanya, semuanya! Ini memilukan," kata pria berusia 80 tahun itu."Banyak yang harus diterima."

Kota berpenduduk lebih dari 12.000 jiwa yang pernah menjadi rumah kebanggaan keluarga kerajaan Hawaii, telah menjadi reruntuhan, hotel dan restoran yang ramai berubah menjadi abu.

Sebuah pohon beringin megah yang telah menjadi pusat masyarakat selama 150 tahun telah tergores oleh kobaran api, namun masih berdiri tegak, cabang-cabangnya sudah gundul dan batangnya yang jelaga berubah menjadi kerangka yang janggal.

Jaksa Agung Hawaii Anne Lopez mengatakan pihaknya akan memeriksa "pengambilan keputusan penting dan kebijakan tetap selama dan setelah kebakaran hutan di pulau Maui dan Hawaii minggu ini".

Gubernur Josh Green mengatakan kepada wartawan pada Sabtu, jumlah korban tewas yang dipastikan akan terus bertambah.

"Ada 89 kematian yang telah dihitung," katanya."Akan terus bertambah."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

35 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.