Filipina Akan Kerahkan Milisi Maritim
📅 Sabtu, 12 Agu 2023, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ELOISA LOPEZ
MANILA - Filipina berencana untuk mengerahkan milisi maritimnya sendiri untuk mempertahankan kedaulatannya di tengah pertikaian teritorial yang berkecamuk dengan Tiongkok. Hal itu disampaikan oleh kepala angkatan bersenjata Filipina pada Kamis (10/8) saat ia mengunjungi sebuah pulau di garis depan sengketa laut.
Ketika wartawan yang menemani Jenderal Romeo Brawner Jr dalam perjalanannya ke Palawan bertanya apakah militer akan mengerahkan pasukan milisi maritim sebagai bagian dari peralihannya ke pertahanan teritorial dari operasi keamanan internal tradisional, kepala AB Filipina mengatakan konfirmasinya.
"Ya, itu bagian dari rencana kami, itu bagian dari pengembangan pasukan cadangan kami," jawab Brawner Jr. "Ketika kami mengatakan pasukan cadangan itu bukan hanya pasukan berbasis darat, maka kami juga berusaha mengembangkan pasukan cadangan kami yang akan dapat beroperasi di laut," imbuh dia dalam kunjungannya ke Komando Barat AB Filipina di Puerto Princesa, tanpa memberi rincian lebih lanjut tentang milisi.
Tiongkok dan Vietnam, yang termasuk negara lain dengan klaim yang tumpang tindih di LTS, diketahui mengoperasikan armada kapal yang diawaki oleh anggota milisi.
Brawner Jr mengatakan bahwa militer Filipina telah membentuk unit cadangan untuk ditempatkan di Laut Filipina Barat, nama Manila untuk perairan LTS di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) 200 mil negara itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Itu sudah diterapkan. Kami telah membentuk unit cadangan, tetapi kami akan menunggu anjungan atau kapal yang benar-benar akan digunakan," kata Brawner Jr seraya menekankan bahwa langkah realisasi ke depan tinggal bergantung pada dana.
Brawner Jr juga mengatakan ada rencana untuk mengerahkan kapal dan pesawat untuk menjaga ZEE dan membangun kehadiran militer di laut.
"Kami ingin menggunakan nelayan kami sebagai cadangan, kami akan mengajari mereka bagaimana membantu kami mempertahankan negara kami," kata dia seraya mengatakan bahwa militer juga membutuhkan dana untuk meningkatkan fasilitasnya di Laut Filipina Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 2020, ketegangan diplomatik antara Tiongkok dan Filipina meningkat dengan terpantaunya sejumlah besar kapal milisi Tiongkok oleh Manila yang berkerumun di perairan ZEE Filipina.
Pada Kamis, Wakil Laksamana Alberto Carlos, yang memimpin Komando Barat, mengatakan lebih dari 400 kapal penangkap ikan asing, kebanyakan dari Tiongkok, telah menyusup masuk ke wilayah negaranya.
Carlos mengatakan sekitar 190 kapal ini berada di sekitar Mischief Reef yang diduduki Tiongkok, yang lokasinya sekitar 134 mil laut dari Palawan atau lebih dari 600 mil laut dari Tiongkok.
"Berdasarkan pemantauan terakhir, ada lebih dari 400 (perahu nelayan). Itu merupakan serbuan kapal asing yang terjadi sekarang di Laut Filipina Barat," kata Carlos merujuk pada hasil pemantauan terbaru pada Rabu (9/8). "Kapal-kapal ini berada di dalam ZEE, mungkin sekitar 85 persen dari kapal-kapal itu dari Tiongkok," kata dia.
Menurut Carlos, para pemimpin militer mencurigai armada penangkap ikan Tiongkok sebenarnya adalah kapal milisi. "Kecurigaan kami adalah mereka adalah kapal-kapal milisi yang menerima perintah dari Penjaga Pantai (Tiongkok).
Pengiriman Pasokan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!