Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

200 Tahun Alfred Wallace, Laboratorium Hidup Wallacea Makin Disesaki Pembangunan

📅 Sabtu, 12 Agu 2023, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pertambangan nikel memang ada sejak puluhan tahun silam, tapi hanya di beberapa wilayah seperti di Sulawesi Selatan bagian timur. Kini, banyak tanah-tanah di Sulawesi dan pulau sekitar yang dikeruk penambang tanpa memperhatikan pengelolaan lingkungan yang baik. Ada di antara mereka yang membuang sisa pertambangan (tailings) ke laut.

Selain pertambangan dan perkebunan, kawasan Wallacea juga marak digunakan untuk Proyek Strategis Nasional. Ada lebih dari 40 proyek strategis di kawasan ini, mulai dari bendungan, jalan, infrastruktur kereta api, lapangan minyak dan gas bumi, dan sebagainya.

Cepatnya pembangunan sungguh terasa. Di laut, ekosistem penting seperti terumbu karang banyak yang rusak akibat praktik perikanan berlebihan dan destruktif.

Di sebagian daratan dan pulau-pulau di Wallacea, berkurangnya tutupan hutan mengakibatkan homogenisasi atau penyempitan keberagaman jenis burung. Kelangsungan populasi kera dan tarsius juga terancam karena laju deforestasi. Ini belum dihitung dengan penurunan biodiversitas tumbuhan di Wallacea akibat pembukaan lahan.

Langkah ke depan

Dunia harus benar-benar memperhatikan kelangsungan serta keutuhan ekosistem di Wallacea. Tanpa upaya perlindungan yang serius, hutan-hutan di kawasan ini dapat berubah menjadi gurun-gurun. Warna-warni terumbu karang dapat berbalik menjadi kuburan bawah laut yang tak lagi dihampiri makhluk perairan.

Selain meredam laju alih fungsi lahan, Indonesia bersama dunia harus berusaha keras meredam laju perubahan iklim yang memicu kenaikan air laut sehingga pulau-pulau di Wallacea berisiko tenggelam.

Semua pihak harus duduk bersama: pemerintah, ilmuwan, perusahaan tambang, perkebunan, pelaku pariwisata, hingga masyarakat adat untuk membicarakan usaha perlindungan Wallacea di masa depan.

Kepentingan inilah yang mendasari kami untuk mengadakan Wallacea Science Symposium pada pertengahan Agustus ini di Sulawesi Selatan. Selain mengenalkan keajaiban dan keunikan Wallacea, forum ini sepatutnya menjadi ajang seluruh pihak untuk merencanakan pembangunan yang ramah lingkungan agar ekosistem Wallacea tetap terjaga.The Conversation

Jatna Supriatna, Professor of Conservation Biology, Universitas Indonesia

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.