Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

200 Tahun Alfred Wallace, Laboratorium Hidup Wallacea Makin Disesaki Pembangunan

📅 Sabtu, 12 Agu 2023, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
200 Tahun Alfred Wallace, Laboratorium Hidup Wallacea Makin Disesaki Pembangunan Doc: The Conversation/Shutterstock/Ondrej Prosicky
Ket. Seekor Tarsius Spektral yang terekam di atas pohon beringin yang menjulang tinggi di Taman Nasional Tangkoko, Sulawesi Utara.

Jatna Supriatna, Universitas Indonesia

Artikel ini merupakan bagian dari serangkaian analisis untuk meramaikan perhelatan Wallacea Science Symposium di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 13 - 15 Agustus 2023.

Wallacea adalah wilayah daratan dan lautan seluas 338 ribu km2 yang penuh keajaiban dan keunikan.

Wilayah ini membentang dari pulau Lombok dan Sulawesi di sebelah baratnya sampai kepulauan Maluku di timur. Di utara, Wallacea membentang dari Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara) hingga Kabupaten Rote Ndao di selatan. Batas-batas tersebut digambarkan dalam garis imajiner yang disebut Wallacea line.

Wallacea dihuni oleh berbagai jenis hewan dan tumbuhan campuran dari wilayah Asia dengan Australia dan Papua. Ada ratusan jenis burung, mamalia kecil dan sedang, primata, reptil, dan tumbuhan-tumbuhan di di wilayah ini. Sebagian di antaranya adalah spesies endemik alias tidak akan ditemui di daerah lainnya.

Tengok saja spesies seperti komodo, anoa, tarsius, babi rusa, hingga lebah raksasa, yang merupakan spesies asli penghuni pulau-pulau yang tersebar di Wallacea. Ini belum dihitung dengan kekayaan laut di Wallacea yang termasuk dalam kawasan Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle)-wilayah dengan keanekaragaman makhluk perairan yang luar biasa.

Ialah Alfred Russel Wallace, naturalis asal Inggris yang pertama kali menjelajahi keanekaragaman hayati di wilayah ini. Dia membukukan catatan perjalanan bersama ratusan asistennya dalam Malay Archipelago (Kepulauan Melayu). Tahun ini menjadi penanda 200 tahun kehidupan Wallace yang lahir pada Januari 1823.

Dua abad berlalu setelah kelahiran Wallace. Kawasan Wallacea sudah jauh berubah dari apa yang naturalis itu amati. Saya melakukan banyak penelitian di kawasan ini sejak dekade 80-an dan merasa risau dengan sesaknya aktivitas baik pertambangan, perkebunan, pembangunan infrastruktur, maupun alih fungsi lahan lainnya di Wallacea.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sesaknya pembangunan

Sejak empat dekade silam, saya melakukan banyak studi di kawasan Wallacea. Misalnya tentang kehidupan primata, ataupun mamalia terkecil tarsius, yang tersebar di pulau-pulau besar maupun kecil.

Saat itu, hutan-hutan di sekitar Sulawesi, Maluku, dan kepulauan sekitarnya belum banyak dibabat. Deforestasi pada tahun-tahun tersebut lebih banyak berlangsung di Sumatra dan Kalimantan. Belakangan perambahan hutan juga terjadi di Papua.

Namun, pada akhirnya Wallacea terimbas juga. Mulai dari perkebunan sawit di Sulawesi Barat, pembukaan lahan dan pembangunan di kawasan ini terus terjadi.

Berdasarkan penelitian saya, Sulawesi telah kehilangan sekitar 10,89% wilayah hutannya selama periode 2000-2017-setara dengan sekitar 2,07 juta hektare. Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara mencatat tingkat deforestasi tertinggi dengan kehilangan masing-masing sekitar 13,41% dan 13,37% dari tutupan hutan pulau Sulawesi dalam kurun waktu tersebut.

Pada dekade terakhir, perusahaan juga berbondong-bondong datang merambah hingga ke pulau-pulau kecil di Maluku maupun di sekitar Sulawesi. Hutan dan ekosistem lainnya dibabat untuk perkebunan sawit, coklat, maupun kakao. Ada pula untuk pencarian serta penambangan nikel-komoditas bahan baku baterai mobil listrik yang tengah digandrungi di seluruh dunia. Mayoritas cadangan nikel dunia ada di Wallacea.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.