Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kolaborasi Multipihak Sepakari Pembukaan Program Studi Ners Spesialis Keperawatan Onkologi di UGM

📅 Jumat, 11 Agu 2023, 20:05 WIB | Oleh:
Kolaborasi Multipihak Sepakari Pembukaan Program Studi Ners Spesialis Keperawatan Onkologi di UGM Doc: istimewa
Ket. pendidikan tinggi

JAKARTA - Kanker saat ini menjadi salah satu penyakit penyebab kematian utama di Indonesia. Menteri Kesehatan telah menetapkan kanker menjadi salah satu prioritas dalam transformasi kesehatan di Indonesia.

Pemerintah terus berupaya memaksimalkan ketersediaan layanan kanker di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Namun salah satu yang menjadi tantangan adalah ketidakmerataan jumlah dan fasilitas layanan kanker (Oncology Medical, Oncology Nursing, serta Oncology Pharmacy), terbatasnya jumlah tenaga medis ahli khusus kanker.

Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan drg. Arianti Anaya, MKM, mengungkapkan ketersediaan tenaga perawat spesialis mahir, khususnya spesialis onkologi, amat penting. Hal ini untuk mendukung tercapainya pelayanan kanker yang merata di Indonesia.

"Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, dan dengan didukung oleh pelatihan serta pendidikan yang mumpuni, tenaga keperawatan khususnya spesialis onkologi dapat bermitra secara setara dengan tenaga kesehatan lainnya, khususnya dokter, dalam memberikan pelayanan yang paripurna bagi pasien kanker di Indonesia," ungkapnya di Jakarta, Jumat (11/8).

Berdasarkan data WHO (2018), rasio tenaga perawat di Indonesia hanya 2,4 per 1.000 penduduk. Jumlah ini masih jauh di bawah rata-rata global (3,7 per 1.000 penduduk) dan di bawah standar minimum WHO (4 per 1.000 penduduk).

Rasio tersebut belum optimal untuk meningkatkan pelayanan kanker. Ditambah lagi, kondisi perawat di Indonesia saat ini juga masih mengandalkan on-the-job training dalam melakukan pekerjaannya, dan frekuensi pemindahan unit kerja dari unit onkologi relatif tinggi.

Hal ini berimbas pada terbatasnya masa pengalaman perawat di unit onkologi, tingginya tingkat kelelahan perawat, yang pada akhirnya berkontribusi pada rendahnya kualitas perawatan pasien dan hasil yang kurang optimal dalam perawatan kanker.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia (FIK UI) mewakili para mitra kerja yang terdiri dari Roche Indonesia, RSKD danHimpunan Perawat Onkologi Indonesia(Himponi), hari ini memperluas kemitraan dengan meresmikan kesepakatan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran, Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi tersebut bertujuan membuka program studi spesialis keperawatan onkologi di UGM.

Access, Communications & Health System Value Strategy Director Roche Indonesia Lucia Erniawati, mengatakan Roche menggagas kemitraan tersebut sebagai wujud komitmen perusahaan untuk penanganan kanker yang lebih baik di Indonesia. Bukan saja melalui inovasi pengobatan dan diagnostik tetapi juga melalui keterlibatan dalam upaya bersama untuk memajukan sistem kesehatan di Indonesia.

"Kami yakin pembukaan program studi spesialis keperawatan onkologi ini akan berdampak signifikan bagi para pasien di berbagai wilayah di Indonesia," ujarnya pada kesempatan tersebut.

Ia menambahkan pembukaan program studi spesialis keperawatan onkologi tersebut merupakan salah satu capaian penting dari kemitraan yang mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hal ini diharapkan bisa membantu mempercepat ketersediaan tenaga spesialis keperawatan onkologi.

"Percepatan penyediaan tenaga perawat spesialis onkologi sebagai mitra strategis dokter sangatlah penting. Program studi perawat spesialis onkologi di UI merupakan yang pertama dan untuk saat ini, masih satu-satunya di Indonesia. Kehadiran program studi spesialis keperawatan onkologi di FKKMK UGM akan dapat mencetak lebih banyak tenaga spesialis perawat onkologi yang berkualitas," demikian dinyatakan Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N., Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan UI.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D, menyatakan, kehadiranProgram Studi Spesialis Keperawatan Onkologimenjadi sebuah langkah penting. Secara keilmuan diharapkan dapat menjawab kebutuhan aktual tenaga kesehatan di Indonesia.

"Kami di UGM berkomitmen untuk berkontribusi sekaligus menjadi bagian dari solusi dalam mendukung penanganan kanker yang lebih baik di Indonesia," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.