Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sungguh Aneh Kebijakan Ini, Sudan Ancam Akhiri Misi PBB Jika Dilaporkan ke Dewan Keamanan

📅 Kamis, 10 Agu 2023, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sungguh Aneh Kebijakan Ini, Sudan Ancam Akhiri Misi PBB Jika Dilaporkan ke Dewan Keamanan Doc: Antara/Xinhua
Ket. Ilustrasi - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan sidang.

Washington - Aneh kebijakan ini, Pemerintah Sudan mengancam mengakhiri misi Perserikatan Bangsa-bangsa di negara yang dilanda perang itu jika perwakilan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres memberikan laporan kepada Dewan Kemananan, kata Amerika Serikat pada Rabu.

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan "sangat tidak patut" bagi Sudan menghancurkan misi karena Volker Perthes berencana memberi laporan pada Rabu.

Asisten Sekretaris Jenderal Martha Ama Akyaa Pobee memberi laporan kepada Dewan sebagai pengganti Perthes setelah namanya dihapus pada menit-menit terakhir, kata Greenfield, yang bertugas sebagai presiden Dewan selama bulan Agustus.

"Seharusnya tidak ada satu negara pun yang dapat mengancam pemberi laporan untuk diam, terlebih utusan PBB," kata Greenfield kepada wartawan menyusul diskusi terbuka Dewan, mengatakan konflik "telah mengubah sebagian besar Sudan menjadi neraka dunia."

"Cerita dan gambaran yang muncul dari Sudan, terutama Darfur sangat mengerikan. Ada laporan terpercaya bahwa Pasukan Dukungan Cepat dan milisi sekutu melakukan kekejaman berkelanjutan di Darfur Barat, pembunuhan berdasarkan etnis, dan kekerasan seksual yang meluas terhadap perempuan," tambah dia.

Greenfield mengatakan Dewan Keamanan "memiliki tanggung jawab untuk menuntut semua pihak mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional mengenai perlindungan bagi warga sipil," sambil mendesak pihak berperang untuk meletakkan senjata.

"Mari kita lakukan segala daya untuk mengakhiri pertumpahan darah. Masa depan politik Sudan adalah milik rakyat Sudan, bukan milik orang-orang bersenjata yang memperpanjang penderitaan manusia," tutup Greenfield.

Sudan telah dirusak pertempuran antara militer dengan Pasukan Dukungan Cepat sejak April dalam konflik yang menewaskan lebih dari tiga ribu warga sipil dan melukai ribuan lainnya, menurut petugas medis setempat. Dan lebih dari empat juta orang mengungsi, kata PBB.

Misi PBB, yang dikenal dengan UNITAMS, adalah misi politik khusus yang ditugaskan membantu masa transisi Sudan menuju pemerintahan demokratik setelah puluhan tahun berada dalam pemerintahan orang kuat di bawah mantan Presiden Omar al-Bashir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.