Presiden Joko Widodo Tetapkan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional
📅 Rabu, 09 Agu 2023, 06:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: ANTARA/Sigid Kurniawan
Presiden RI, Joko Widodo, resmi menetapkan tanggal 24 Juli sebagai peringatan Hari Kebaya Nasional. Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Hari Kebaya Nasional. yang diteken Presiden Joko Widodo pada 4 Agustus 2023 lalu.
"Menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional," bunyi Keppres itu, dikutip Selasa (8/8).
Meski ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional, tanggal 24 Juli bukanlah tanggal merah atau hari libur. "Hari Kebaya Nasional bukan merupakan hari libur. Keputusan ini berlaku mulai tanggal penetapan" demikian petikan isi dari Keppres itu.
Berdasarkan Keppres tersebut, terdapat sejumlah hal yang mendasari 24 Juli ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional. Pertama, kebaya merupakan identitas nasional perekat bangsa yang bersifat lintas etnis dan telah berkemabgn menjadi aset budaya yang sangat berharga sehingga perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya.
"Bahwa kebaya berkemabng menjadi busana yang digunakan secara nasional dalam berbagai kegiatan yang berskala nasional maupun internasional. Bahwa pada Kongres Wanita Indonesia X yang dihadiri Presiden Soekarno dinyatakan bahwa revolusi Indonesia tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan perempuan di mana semua perempuan yang hadir pada kongres tersebut memakai kain kebaya. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebaya, maka pemerintah menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional," papar Keppres itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo secara resmi membuka peragaan busana bertajuk Istana Berkebaya, di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (6/8). Acara ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Presiden Joko Widodo Berharap dengan adanya peragaan busana kebaya seperti Istana Berkebaya, masyarakat Indonesia kembali gemar mengenakan kebaya di berbagai kegiatan. Menurut dia, kebaya menggambarkan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia yang anggun dan bersahaja.
"Kita ini kan ingin mengenalkan kembali, agar kita kembali kepada karakter dan kepribadian Indonesia, karena sekali lagi kebaya adalah karakter masyarakat Indonesia, perempuan Indonesia yang anggun, yang lemah lembut, yang sopan, yang bersahaja," ungkap Presiden RI. Genvoice/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!