Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketum PBNU Minta Agama Tidak Dijadikan Senjata Politik

📅 Sabtu, 05 Agu 2023, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketum PBNU Minta Agama Tidak Dijadikan Senjata Politik Doc: ANTARA/HO-PBNU
Ket. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memberikan pidato kunci saat peluncuran buku berjudul “Proceedings of the R20 International Summit of Religious Leaders” di Balai Senat, UGM, Yogyakarta, Jumat (4/8)

YOGYAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf meminta identitas agama tidak dimanipulasi menjadi senjata untuk meraih dukungan politik atau menyerang pihak lain.

Yahya Cholil saat peluncuran buku berjudul "Proceedings of the R20 International Summit of Religious Leaders" di Balai Senat, UGM, Yogyakarta, Jumat (4/8), menyebut praktik manipulasi semacam itu justru berpotensi menggiring agama sebagai sumber masalah. "Kita harus mencegah agama kita menjadi masalah," kata pria yang biasa disapa Gus Yahya ini.

Menurut Gus Yahya, dua pemilihan umum terakhir, yakni Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 menjadi pengalaman buruk imbas penggunaan politik identitas. "Pengalaman yang sangat buruk terkait politik identitas di mana orang menggunakan agama sebagai senjata untuk mendapatkan dukungan politik guna menyerang orang lain," kata dia.

Menurut dia, membiarkan penggunaan agama sebagai senjata politik berisiko memicu konflik atau persaingan antaragama dalam memperebutkan ruang publik dan sosial. "Tentu berbahaya membiarkan agama saling berebut dominasi di ruang publik dan sosial karena saat ini kita hidup dalam kelompok berbeda, kelompok berbeda agama, namun tinggal bersebelahan di lingkungan yang sama," kata dia.

Karena itu, ujar Gus Yahya, inisiatif R20 merupakan upaya untuk menjadikan agama sebagai sumber solusi dan bukan masalah dinamika global yang terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.