Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiga Pejabat Diusulkan DPRD untuk Penjabat Gubernur NTB

📅 Jumat, 04 Agu 2023, 13:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Pejabat Diusulkan DPRD untuk Penjabat Gubernur NTB Doc: antarafoto
Ket. Wakil Ketua DPRD NTB, Muzihir di Mataram

MATARAM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan tiga nama untuk calon Penjabat Gubernur NTB pengganti pasangan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah yang akan berakhir masa jabatannya pada 19 September 2023 mendatang.

"Jadi sudah diputuskan melalui rapat pimpinan," kata Wakil Ketua DPRD NTB, Muzihir di Mataram, Jumat (4/8).

Ia menyebutkan tiga nama calon Penjabat (Pj) Gubernur NTB yang diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diantaranya di urutan satu Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal DPD RI Lalu Niqman Zahir, kedua Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nizar Ali dan ketiga Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi.

"Jadi Lalu Niqman di urutan satu, pak Nizar Ali urutan kedua dan Sekda urutan ketiga," ujarnya.

Muzihir mengaku sebelum dilakukan rapat pimpinan, pimpinan meminta internal masing-masing fraksi membahas enam nama yang sebelumnya masuk ke DPRD untuk dikerucutkan menjadi empat nama. Misalnya Fraksi PPP mengusulkan empat nama.

Di urutan pertama Prof Masnun. Rektor UIN Mataram itu masuk usulan pertama dikarenakan mendapatkan rekomendasi masyarakat sebesar 490 kelompok masyarakat dan ormas. Di urutan kedua Lalu Nikman Zakir dengan jumlah dukungan 76 kelompok masyarakat dilanjutkan Lalu Gita Ariadi yang mendapat dukungan 111 dan terakhir Prof Nizar Ali yang tidak ada dukungan dari kelompok masyarakat. "Begitu juga dengan fraksi lain mengusulkan empat nama juga," terang Muzihir.

Muzihir mengatakan berdasarkan keputusan rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda nama Prof Masnun tidak bisa masuk. Hal itu dikarenakan sesuai hasil konsultasi ulang tidak memenuhi syarat.

"Mendagri maunya mutlak eselon 1 (jadi syarat). Kita telepon lagi Mendagri dan mendapatkan jawaban rektor tetap tidak memenuhi syarat administrasi," katanya.

Muzihir tidak memungkiri aspirasi Prof Masnun dari masyarakat paling banyak. Hal itu menjadi dasar Fraksi PPP menempatkan di nomor urut satu. Namun demikian ketika masuk dalam rapat pimpinan muncul banyak dinamika hingga terjadi pembahasan yang cukup alot yang kemudian mengakibatkan Prof Masnun tergeser.

"Kami dari fraksi sudah usahakan sesuai aspirasi. Tapi keputusan seluruh fraksi dan pimpinan dipusatkan dari tiga orang itu pejabat di dalam daerah (Sekda), Pejabat orang daerah yang ada di luar daerah (Lalu Nikman) dan orang pusat (Nizar Ali)," terangnya.

Sesuai keputusan atas nama kelembagaan DPRD NTB itu selanjutnya pimpinan bersama ketua fraksi akan membawa langsung surat tersebut ke Mendagri pekan depan.

"Suratnya rencananya mau dibawa langsung pimpinan dan ketua fraksi hari Senin (pekan depan)," katanya.

Disinggung dengan posisi Prof Nizar yang tiba-tiba muncul di urutan kedua, Muzihir mengatakan awal munculnya dari Fraksi Golkar. "Tapi saya tidak mau komentar dapur orang. Silahkan tanya mereka," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima usulan masing-masing fraksi sebagai berikut:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.