Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Pencemaran, BRIN Garap Riset Plastik Berlapis Layak Daur Ulang

📅 Kamis, 03 Agu 2023, 12:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kurangi Pencemaran, BRIN Garap Riset Plastik Berlapis Layak Daur Ulang Doc: ANTARA/Rizka Khaerunnisa
Ket. Ilustrasi: Perusahaan rintisan Koinpack saat berpartisipasi dalam acara “Kick Off Gerakan Guna Ulang Jakarta” yang diinisiasi oleh Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan Zero Waste Living Lab (ZWLL) Enviu, Jakarta.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama mitra industri melakukan riset pengembangan plastik berlapis-lapis atau multilayer agar layak daur ulang demi mengurangi masalah sampah plastik yang mencemari lingkungan.
"Hasil penelitian itu mendorong pengembangan aktivitas-aktivitas ekonomi baru berbasis pengolahan sampah plastikmultilayer," kata Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN Abdul Muis Hasibuan di Jakarta, Kamis (3/8).

Abdul menuturkan perkembangan industri makanan, minuman, obat-obatan, dan berbagai produk pembersih telah meningkatkan permintaan plastik berlapis.

Menurutnya, transformasi plastik berlapis dari tidak layak menjadi layak daur ulang, menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan.

"Kerja sama yang merupakan riset pengembangan sistem ekonomi sirkuler berbasis plastik multilayer layak daur ulang berguna mengidentifikasi kondisiexistingindustri plastikmultilayer, termasuk keterkaitan hulu dan hilir," ujar Abdul.

Lebih lanjut dia menyampaikan bpihaknya juga menganalisis dampak efek berganda ekonomi, sosial, dan lingkungan, dari proses produksi plastik berlapis layak daur ulang, serta membuat skenario-skenario pengembangan rantai bisnis.

Abdul menyampaikan hasil riset itu penting untuk penyusunan rekomendasi skema aktivitas ekonomi sirkuler terkait produksi plastik berlapis layak daur ulang.

Dia berharap hasil riset tersebut kelak dapat berkontribusi signifikan terhadap pengurangan masalah sampah plastik di Indonesia.

Pengelolaan sampah plastik di Indonesia masih menjadi isu krusial karena jumlahnya yang menempati urutan kedua setelah sampah organik.

Menurut Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik Indonesia (Inaplas), sebanyak 65 persen diantaranya merupakan sampah plastik kemasan atau jenis plastik berlapis. Plastik berlapis yang tidak layak daur ulang saat ini jumlahnya mencapai 90 persen.

Pada 3 Agustus 2023BRIN bersama PT Standardisasi Sertifikasi Nasional dan PT Sendang Bumi Wastama melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama kegiatan riset pengembangan sistem ekonomi sirkuler berbasis plastik berlapis layak daur ulang di Kantor BRIN Kawasan Gatot Soebroto, Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.