Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Tanaman Puso, Pemkab Batang Uji Coba Sistem Irigasi Bergilir

📅 Kamis, 03 Agu 2023, 17:02 WIB | Oleh:
Cegah Tanaman Puso, Pemkab Batang Uji Coba Sistem Irigasi Bergilir Doc: ANTARA/Kutnadi
Ket. Petani sedang menanam padi saat memasuki musim kemarau.

BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan uji coba sistem irigasi bergilir untuk mencegah tanaman puso pada saat memasuki musim kemarau ini.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Susilo Heru Yuwono di Batang, Kamis, mengatakan bahwa sebagian petani masih memiliki anggapan perlunya mengairi lahan tanaman dengan air yang melimpah padahal hal itu tidak perlu terjadi, apalagi pada saat memasuki musim kemarau.

"Oleh karena itu, kami akan mengantisipasi terjadinya kekeringan pada sistem irigasi di sejumlah titik yaitu dengan pengairan secara bergilir," katanya.

Menurut dia, pihaknya melakukan strategi dan bersinergi dengan perusahaan daerah air bersih (PDAB) Jawa Tengah yang sedang diujicobakan di lahan seluas 5 hektare di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal untuk membantu proses tanam yang sedang berlangsung.

Rencananya pola serupa, kata dia, juga akan diterapkan di daerah rawan kekeringan agar memudahkan pengairan di lahan tanaman yang sedang membutuhkan air selama musim tanam.

"Kami meyakini selama tanah masih basah maka kualitas padi bisa mencapai 60 persen," katanya.

Susilo Heru Yuwono mengatakan selama Januari 2023 hingga Juli 2023, secara komulatif luas lahan yang membutuhkan pengairan sekitar 21 ribu hektare namun pada Agustus 2023 hanya tersisa 2.300 hektare.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Karanggeneng, Kabupaten Batang Kunasir mengatakan saat ini ada dua sungai yang masih bisa mengairi 40 hektare lahan pertanian.

Namun, kata dia, kondisi aliran sungai rawan terjadi kekeringan pada saat memasuki musim kemarau.

"Biasanya aliran air sungai lancar tetapi sekarang berkurang. Musim kemarau yang mulai melanda di daerah ini membuat petani khawatir sumber irigasi lahan pertanian mengering," katanya.

Saat ini, para petani masih mengandalkan sistem pengairan manual yaitu dengan cara menyedot air di sungai yang masih sedikit mengalir dengan menggunakan alat mesin penyedot.

"Selain rawan kekeringan, permasalahan lain yang rawan dialami oleh petani yaitu hama wereng dan tikus," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.