Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PROPER Terbukti Tingkatkan Ketaatan, Pacu Efisiensi, Dorong Inovasi Industri, dan Berdayakan Masyarakat

📅 Selasa, 01 Agu 2023, 14:58 WIB | Oleh:

Konsep Creating Shared Value (CSV) Michael Porter (2011) diadopsi untuk menciptakan perbaikan dan inovasi sosial yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat yang berada di jaringan rantai pasok yang dipadukan dengan konsep Luis Protales (Social Innovation and Social Entrepreneurship - Fundamental Concepts, and Tools, 2019) untuk kriteria inovasi sosial.

SROI adalah metode untuk mengukur dan mengevaluasi nilai sosial yang dihasilkan oleh suatu program. SROI mengukur dampak sosial dengan menghubungkan input (investasi atau sumber daya yang digunakan), output (hasil langsung yang dihasilkan), dan outcome (dampak sosial yang lebih luas).

SROI mengevaluasi dampak sosial dalam bentuk nilai moneternya, sehingga dapat dibandingkan antara investasi yang dilakukan dengan manfaat sosial yang diperoleh. Metode ini digunakan untuk mengukur keberhasilan Inovasi Sosial yang dilakukan perusahaan.

Green Leadership adalah penghargaan kepada pimpinan tertinggi (CEO) yang perusahaannya telah memperoleh Peringkat Emas PROPER dan mampu menunjukkan keteladanan, menginspirasi visi bersama, menantang proses, mendukung orang lain untuk bertindak, memberikan semangat kepada konstituennya (James M. Kouzes, et all, 2007).

Konsep ini dan dikombinasikan dengan John Elkinton, Green Swans: The Coming Boom in Regenerative Capitalism (2020). Elkinton beragumentasi pemimpin sebagai motor ekonomi global harus memilik konsep Future Fit untuk mengatasi perubahan iklim, pencemaran lingkungan dan kehilangan keanekaragaman hayati (The Triple Planetary Crisis).

LCA yang awalnya merupakan kajian akademik sekarang sudah mulai digunakan sebagai model pengelolaan lingkungan baru bagi perusahaan.

Dampak adopsi kriteria Inovasi Sosial penilaian PROPER 2022 jumlah industri non ekstraktif yang mendapatkan Peringkat EMAS (merupakan peringkat tertinggi di dalam PROPER) meningkat 89%. Jumlah perusahaan yang menerapkan SROI sebanyak 96 perusahaan.

Green leadership mampu medorong CEO untuk merumuskan roadmap keberlanjutan dan kontribusi perusahaan menjawab The Triple Planetary Crisis.

LCA yang awalnya merupakan kajian akademik sekarang sudah mulai digunakan sebagai model pengelolaan lingkungan baru bagi perusahaan. Dalam waktu 2 tahun, 301 perusahaan di 53 sektor industri sudah mengimplementasikan LCA dan saat ini 22 perusahaan dalam tahap verifikasi untuk mendapatkan sertifikasi EPD. Selain itu muncul kelembagaan dan kompetensi baru untuk pelatihan dan sertifikasi EPD, seperti Pro-LCAS, ILCAN dan Perguruan Tinggi untuk melayani kebutuhan perusahan.

Sumber daya keuangan yang dipersiapkan untuk penyelenggaraan PROPER sebesar 9 miliar rupiah (tahun 2023). PROPER menerapkan kerja kolaboratif yang melibatkan tim PROPER pusat dan instansi lingkungan hidup provinsi 382 orang; peneliti lingkungan dari ITS, Undip, UGM, Unpad, UPN 235 orang; praktisi LCA 17 orang; akademisi dan praktisi SROI 20 orang; Sekretariat PROPER 9 orang; dan Dewan Pertimbangan PROPER 7 orang dari unsur pemerintah, praktisi pendidikan, jurnalis, dan LSM; BNSP dan LSP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.