Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Kecil di Persimpangan Jalan Eropa

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Kota Kecil  di Persimpangan  Jalan Eropa Doc: AFP/ ludovic MARIN

Perjanjian London yang ditandatangani pada 1867 membawa Luksemburg menjadi negara netral. Status ini mendorong para politisi mencoba dengan sangat cepat untuk menarik organisasi internasional masuk ke dalam kota ini.

Upaya ini dilakukan dalam waktu yang lama, dan tidak berhasil. Tiba-tiba, pada 952, datanglah kesempatan besar yang ditunggu-tunggu. Menteri Luar Negeri Komunitas Eropa pertama, Komunitas Batubara dan Baja, memilih Luksemburg sebagai markas sementara.

Namun ternyata hal itu bukannya sejenak saja. Sampai hari ini Luksemburg, bersama Strasbourg dan Brussels, adalah salah satu dari tiga markas besar Uni Eropa. Di tempat ini berdiri lembaga Eropa seperti Pengadilan Eropa, Bank Investasi Eropa, Pengadilan Auditor Eropa, Sekretariat Parlemen Eropa, Layanan Komisi tertentu dan Kantor Publikasi dan masih banyak lagi.

Dampak dari semua ini terhadap kota sangat besar. Sejak awal tahun enam puluhan, kawasan Eropa telah berkembang, di dataran tinggi Kirchberg, dihubungkan ke kota oleh Pont Charlotte. Hampir 8.000 pejabat sekarang bekerja di sana.

"Kota kecil telah menjadi persimpangan jalan Eropa," kata Jean Monnet seorang negarawan dan ekonom asal Prancis, yang disebut sebagai arsitek dari pasar Eropa.

Evolusi pusat keuangan di Luxembourg dari akhir tahun '60-an semakin menonjolkan karakter internasional kota ini. Pada 1960 jumlah perusahaan perbankan yang berdiri mencapai 17 buah. Jumlah tersebut meningkat menjadi 218 pada 1994.

Namun pengaruh dari begitu banyak bank yang mengakar tidak selalu menguntungkan bagi warga. Hal ini karena sejumlah tempat tinggal menawan yang dulunya milik warga setempat telah digantikan oleh konstruksi modern yang berdiri tanpa jiwa.

Terlepas dari dimensi demografinya yang sederhana, Luksemburg telah menjadi kota metropolis, baik dalam kegiatan melayani komunitas internasional maupun dalam komposisi populasinya. Saat ini 60 persen penduduknya adalah orang asing, sebagian besar warga negara dari negara-negara di Uni Eropa. Hari ini kota ini telah menjadi mikrokosmos Eropa masa depan..

Topografi kotanya dicirikan oleh lembah sungai hijau yang dapat dilintasi oleh lebih dari seratus jembatan, menghubungkan antara bagian kota yang bersejarah dan modern. Penduduknya poliglot dan kosmopolitan. Mereka mampu berbahasa Luksemburg, Jerman, dan Prancis, di sampung bahasa Inggris. Hal ini tercermin dari berbagai acara budaya multibahasa dan internasional yang diselenggarakan. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.