Dangdut Koplo ala Denny Caknan, Cara Baru Revitalisasi Bahasa Jawa lewat Hiburan Massa
📅 Kamis, 27 Jul 2023, 13:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Youtube/Fair Use
Nurenzia Yannuar, Universitas Negeri Malang; Ika Nurhayani, Universitas Brawijaya, dan Wawan Eko Yulianto, Universitas Ma Chung
Bahasa Jawa adalah bahasa ibu yang mempunyai penutur terbanyak di Indonesia, yaitu sekitar 80 juta orang.
Meski demikian, penelitian menunjukkan bahwa pengguna bahasa Jawa di antara kelompok muda semakin menurun karena bahasa Jawa sudah semakin jarang diturunkan dari orang tua pada anaknya.
Menariknya, merebaknya musik pop dalam bahasa daerah menimbulkan harapan baru untuk kelestarian bahasa-bahasa tersebut. Hal ini, misalnya, telah terjadi pada bahasa Maori di Selandia Baru dengan munculnya karya musik berbahasa Maori oleh penyanyi-penyanyi ternama.
Di Indonesia, dangdut koplo membuat bahasa Jawa menjadi trendi lagi di kalangan kaum muda. Variasi dangdut dari Jawa Timur ini sekarang dipopulerkan oleh penyanyi seperti Happy Asmara, Tasya Rosmala, dan bisa dibilang yang paling populer, Denny Caknan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kentalnya budaya digital dan percampuran bahasa dalam lirik-lirik Denny Caknan, misalnya, menimbulkan pertanyaan: bagaimana dampaknya terhadap pelestarian bahasa Jawa?
Sedikit sejarah tentang dangdut koplo: musik pinggiran yang menasional
Sebenarnya, apa bedanya dangdut koplo dan dangdut versi tradisional, atau "dangdut Rhoma"?
Sebaiknya Anda baca juga:
Jawabannya, dangdut koplo menggunakan kendang dengan gaya yang berbeda dari sebelumnya. Bila kendang dalam dangdut tradisional lebih didominasi suara "dut," kendang di dangdut koplo lebih didominasi suara "dang." Suara kendang ini mirip dengan yang ada di sejumlah musik tradisional, terutama Sunda.
Dangdut koplo juga memiliki ciri khas "tempo-cepat." Tempo cepat inilah yang menjadikan musik dangdut gaya baru ini disebut sebagai "koplo," sebuah istilah yang para era 90-an merujuk kepada psikotropika yang sempat populer.
Banyak seniman dangdut koplo pada masa awal perkembangannya berasal dari kawasan Pantura. Dangdut koplo kemudian menjadi semakin populer, terutama ketika terjadi kontroversi "Inul vs Rhoma" yang mendapat sorotan nasional.
Kini, dangdut koplo telah mendapat penerimaan secara nasional dan eksistensinya tidak bisa dimungkiri lagi. Musik yang berasal dari daerah pinggiran tersebut mendapat penerimaan penuh dan memiliki para penggemar fanatiknya sendiri.
Dalam lagu-lagu dangdut koplo Denny Caknan - musisi muda yang tengah menikmati popularitas nasional - kita bisa melihat berbagai potensi dangdut koplo dalam melestarikan bahasa di kalangan anak muda.
Budaya kaum muda dalam lagu dangdut koplo
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!