Dangdut Koplo ala Denny Caknan, Cara Baru Revitalisasi Bahasa Jawa lewat Hiburan Massa
📅 Kamis, 27 Jul 2023, 13:33 WIB | Oleh: Tim PenulisLagu-lagu dangdut koplo dari Denny Caknan menarik perhatian pendengar muda karena mengandung banyak unsur budaya kontemporer dan budaya digital. Lewat lagu-lagu semacam "Los Dol" dan "Angel," pendengar dapat melihat bagaimana hubungan asmara dimediasi oleh media sosial dan bagaimana bahasa budaya digital melebur dalam komunikasi keseharian.
Los Dol membahas peran penting media digital dalam ekspresi emosi dan hubungan asmara kontemporer. Dalam lagu, misalnya, sang tokoh utama digambarkan seolah memberikan rasa cinta yang tulus karena membebaskan orang yang ia sayangi untuk tetap sesekali berkomunikasi dengan mantannya melalui WhatsApp.
Di sini, muncul pula kata-kata semacam "paket data," "chattingan," dan praktik mengaburkan kontak dengan mengganti namanya.
Pada lagu Angel, Denny Caknan menyamakan perasaan cinta yang tidak bisa seinstan praktik memberikan "like" di Instagram, atau bagaimana rasa cinta yang menipu itu seperti orang kena "prank" - praktik lazim dalam pembuatan konten digital. Karakter dalam lagu memuji kekasihnya dengan mengatakan bahwa cantiknya "orisinal", bukan hasil edit atau filter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tema-tema yang dekat dengan keseharian generasi muda ini menjadikan lagu-lagu Denny Caknan terasa nyaman buat para pendengarnya. Bahasa Jawa yang digunakan untuk membahas tema digital ini jadi terasa modern dan muda.
Tak hanya itu, daya tarik Denny Caknan juga tampaknya didongkrak oleh gaya pembuatan video klipnya yang serupa dengan para influencer media sosial.
Misalnya, ia menggaet figur-figur seperti Dodit Mulyanto, pelawak legendaris Kirun, Cak Percil, Guyon Waton, dan lain-lain dalam video klipnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Denny Caknan juga memanfaatkan praktik endorsement (pesan sponsor) dalam video klipnya, yang ia mulai pada era pandemi ketika konser musik dilarang. Praktik modern ala influencer semacam ini ia manfaatkan dengan baik agar musik Jawa Koplo makin bisa diterima di dunia kaum muda yang mendambakan modernitas.
Percampuran berbagai bahasa
Bila kita masuk lebih dalam lagi dan melihat aspek kebahasaan dalam lagu-lagu Denny Caknan, kita akan melihat sejumlah fenomena linguistik yang terbilang unik. Kita akan menemukan praktik "translanguaging" dalam lagu-lagu itu.
Dalam Los Dol, Caknan menyisipkan kata-kata dalam bahasa Inggris dalam lagu berbahasa Jawa. Pada bait "Tutuk-tutuk-no chatting-an karo wong liyo" - atau berarti "Lanjutkan saja chatting dengan orang lain" - kata chatting dari bahasa Inggris langsung dimasukkan ke dalam struktur bahasa Jawa dengan penambahan imbuhan "-an".
Dalam Angel, kita juga bisa menemukan peralihan bahasa yang luwes. Pada penggalan bait ini, bagian depannya dalam bahasa Indonesia dan kemudian dilanjutkan dengan bahasa Jawa:
"Ketika semuanya terasa begitu abot, ku coba untuk tetap rapopo, di saat cinta ini terasa angel" ("Ketika semuanya terasa begitu berat, ku coba untuk tetap tidak apa-apa, di saat cinta ini terasa sulit").
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!