Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Perdagangan Orang, Pemkab Kupang Bentuk Satgas TPPO Cegah Pengiriman TKI Ilegal

📅 Minggu, 23 Jul 2023, 14:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Perdagangan Orang, Pemkab Kupang Bentuk Satgas TPPO Cegah Pengiriman TKI Ilegal Doc: ANTARA/HO-Prokompim setda Kabupaten Kupang
Ket. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Adril Abineno.

Kupang - Atasi perdagangan orang. Pemerintah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur membentuk satuan tugas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sebagai upaya mencegah terjadinya kasus pengiriman tenaga kerja non prosedural yang hendak bekerja secara ilegal ke luar negeri.

"Pembentukan Satgas TPPO ini untuk minimalisir aksi tindak pidana orang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang, Adril Abineno di Kupang, Ahad.

Ia mengatakan pembentukan Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo yang sebelumnya menugaskan Polri sebagai pelaksana harian Satgas TPPO untuk membentuk Satgas TPPO hingga ke daerah.

"Menindak lanjut hal tersebut sehingga Pemerintah Kabupaten Kupang langsung bergerak untuk menuntaskan penyusunan para personil yang masuk dalam satgas TPPO," kata Adril Abineno.

Dia menjelaskan draf pembentukan satgas TPPO di Kabupaten Kupang segera ditandatangani Bupati Kupang Korinus Masneo.

Menurut dia, setelah SK pembentukan Satgas TPPO itu ditandatangani maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang melakukan koordinasi dengan pihak TNI-POLRI, Kejaksaan dan NGO untuk gelar pertemuan lanjutan.

Dia mengatakan pertemuan tersebut dalam rangka pembagian tugas dan peran dari setiap unsur sesuai dengan kewenangan dalam upaya mengatasi kasus TPPO di Kabupaten Kupang.

Dikatakannya sebelum pembentukan satgas TPPO pihaknya telah mengirim surat kepada para camat dan kepala desa maupun kelurahan untuk memahami legalitas dari setiap perusahaan yang turun melakukan rekrut tenaga kerja di masyarakat.

"Dalam surat informasi, di lampirkan daftar nama perusahaan resmi yang lakukan perekrutan tenaga kerja baik antar daerah atau antar negara. Kami juga berharap apabila ada perusahaan yang telah merekrut tenaga kerja di desa tolong informasikan kembali kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk evaluasi apa resmi atau tidak," kata Adril Abineno.

Dia mengatakan sesuai data pada Pemerintah Kabupaten Kupang terdapat empat kasus TPPO yang sudah dikirim pulang dari Kalimantan Barat berasal dari Desa Nunsaen Kecamatan Fatuleu Tengah.

Selain itu kata dia terdapat satu TKI ilegal asal Desa Letkole Kecamatan Amfoang Barat Daya yang dipulangkan dengan kondisi meninggal akibat gantung diri di Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.