Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IKN akan Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Global

📅 Rabu, 19 Jul 2023, 07:58 WIB | Oleh:
IKN akan Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Global Doc: Istimewa
Ket. Staff Khusus Bidang Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), Diany Sadiawati, mewakili Otorita Ibu Kota Nusantara dalam forum ECOSOC High Level Political Forum on Sustainable Development (HPLF) 2023 di Markas Besar PBB, New York, baru-baru ini.

NEW YORK - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam forum Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Economic and Social Council/ECOSOC) High Level Political Forum on Sustainable Development (HPLF) 2023 yang berlangsung, di Markas Besar PBB, New York, Senin (17/7), menyatakan untuk turut terkoneksi dengan gerakan global dalam menyelaraskan pembangunan kota dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.

"Untuk melacak dan melaporkan kemajuan SDGs di Nusantara, kami akan melakukan tinjauan lokal sukarela (VLR) tahun depan 2024, ungkap Diany Sadiawati, Staff Khusus Bidang Pembangunan Berkelanjutan (SDG's) mewakili Kepala Otorita IKN dalam paparan berjudul "Nusantara: Indonesia's Sustainable Forest City".

"Dengan ini, Nusantara akan menjadi kota pionir di Indonesia yang melakukan tracking dan review SDGs secara sistematis," ujar Diany lewat keterangan tertulis, Rabu (19/7).

Pertemuan tingkat dunia HLPF 2023 ini dihadiri oleh delegasi dari 196 negara. Dalam kesempatan ini jug diadakan seminar bertajuk "Driving changes at the local level: Innovative approaches to localiza the SDGs [ Experience, reflections, and ways forward."

Seminar berlangsung pada 17 Juli 2023 diadakan oleh Delegasi Republik Indonesia dengan dukungan penyelenggara oleh UNDP, United Cities dan UCLG.

Hadir dalam kesempatan seminar tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa dan beberapa pejabat teras kementerian terkait.

Troy Pantouw, Tenaga Ahli Komunikasi Otorita Ibu Kota Nusantara yang turut hadir dalam sesi tersebut menegaskan, "Ini adalah kesempatan besar ini untuk mendorong kerjasama dengan institusi lain yang diwakili dalam pertemuan ini. Nusantara memposisikan diri sebagai "laboratorium hidup".

Menurut dia, IKN menyambut mitra yang tertarik untuk melakukan eksperimen, pengujian, dan implementasi konsep dan pendekatan terbaru mereka dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan.

"Kami juga ingin terus mengundang ide dan perspektif baru untuk membantu kami membentuk kota dan menjadikannya lebih layak huni, menyenangkan, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Untuk memastikan kelancaran implementasi SDGs, Nusantara mengadopsi kemitraan multi-stakeholder, yang terdiri dari lembaga pemerintah, komunitas lokal, bisnis, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi. Kolaborasi dan kemitraan adalah modalitas penting untuk memastikan pendekatan implementasi yang komprehensif dan menyeluruh.

Kerjasama dengan organisasi internasional untuk mengembangkan dasar keanekaragaman hayati dan strategi konservasi yang akan memandu selama proses pembangunan kota.

"Keterlibatan masyarakat lokal sangat penting untuk kesuksesan Nusantara. Pelibatan masyarakat dilakukan melalui pendidikan, dan inisiatif yang mempromosikan praktik berkelanjutan, upaya konservasi, dan pengelolaan lingkungan, serta ekowisata yang akan menciptakan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat local," ungkap Diany dalam paparannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.