Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Milan Kundera, Karya-karyanya Mengeksplorasi Absurditas Menjadi Manusia

📅 Sabtu, 15 Jul 2023, 10:14 WIB | Oleh: Tim Penulis

Penulis seperti Cervantes (penulis Don Quixote), Henry Fielding (Tom Jones) dan Laurence Sterne (The Life and Opinions of Tristam Shandy, Gentleman) memperkenalkan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, dan menerangi makna serta pengaruhnya bagi kita, kata Kundera.

Namun, ia segera mengamati, penulis kontemporer tidak dapat dan tidak boleh menulis seperti yang dilakukan oleh para raksasa itu: sebaliknya, menulis adalah masalah kontinuitas (dalam hal bentuk, suara, dan gaya pada periode tertentu) dan diskontinuitas (menemukan sesuatu yang baru).

Dalam esai-esai ini, ia juga menawarkan sebuah workshop tentang cara menulis. Bagaimana mengelola suara, perspektif, temporalitas. Bagaimana cara bersenang-senang dengan bahasa dan bentuk - dan membiarkan imajinasi menjadi liar. Dan bagaimana menghadapi pemikiran dan konsep, materialitas dan politik.

Penyampai kebenaran yang tidak nyaman

Seorang penulis dengan gravitasi dan kecemerlangan teknis seperti itu, bisa dibayangkan, seharusnya memenangkan Penghargaan Nobel Sastra selama dia hidup. Lagipula, ia juga memenangkan penghargaan lain, di antaranya Jerusalem Prize pada tahun 1985 dan Herder Prize pada tahun 2000.

Mungkin karena gaya tulisannya itulah yang membuat komite Nobel melihatnya dinominasikan dalam beberapa kesempatan, namun tidak pernah memberikannya hadiah.

Setelah novel terakhir yang ditulisnya dalam bahasa Ceko - Immortality (1991), yang menyinggung soal hubungan seksual dan pribadi - ia menulis empat novel lagi, yang kurang mendapat perhatian dan kurang mendapat sambutan yang kritis. Jadi, dalam Slowness (1995), Identity: A Novel (1999), Ignorance (2000) dan terakhir Festival of Insignificance (2014), kita bisa melihat bintangnya mulai meredup.

Ini bukan karena buku-buku tersebut kurang "bagus". Robin Ashenden mengatakan bahwa ia "telah menjadi penyampai kebenaran yang tidak sesuai dengan zaman modern", dan mungkin ada benarnya.

Dia sangat lugas, sangat keras. Dan dia menolak penghiburan dari sentimentalitas atau moralitas, dan memilih apa yang dia gambarkan sebagai moralitas pengetahuan: keharusan untuk melihat dan mengatakan apa yang tidak dapat dilihat atau dikatakan oleh para penulis terdahulu. Dan untuk membangun pemahaman baru tentang dunia.

Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa InggrisThe Conversation

Jen Webb, Dean, Graduate Research, University of Canberra

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.