Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menlu ASEAN Tegaskan 5PC Tetap Jadi Acuan Atasi Krisis Myanmar

📅 Jumat, 14 Jul 2023, 14:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu ASEAN Tegaskan 5PC Tetap Jadi Acuan Atasi Krisis Myanmar Doc: CNA/AFP
Ket. Para menteri luar negeri ASEAN melakukan sesi foto dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (PMC) di Jakarta, Kamis (13/7/2023).

JAKARTA - Para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menegaskan kembali posisinya bahwa Konsensus Lima Poin (Five-Point Consensus/5PC) tetap menjadi acuan utama untuk mengatasi krisis politik di Myanmar.

Mereka juga mengecam keras tindakan kekerasan yang terus berlanjut, termasuk serangan udara, penembakan artileri, dan penghancuran fasilitas umum.

Para diplomat top ASEAN berada di Jakarta minggu ini untuk pertemuan menteri luar negeri tahunan dan pertemuan terkait, yang diselenggarakan oleh Indonesia sebagai ketua kelompok saat ini.

Dalam komunike bersama yang dikeluarkan Kamis (13/7) malam, para menterimendesak semua pihak yang terlibat untuk mengambil "tindakan nyata untuk segera menghentikan kekerasan tanpa pandang bulu, mengecam setiap eskalasi dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengiriman bantuan kemanusiaan dan dialog nasional yang inklusif".

Myanmar berada dalam krisis sejakmiliter merebut kekuasaan dalam kudeta pada awal 2021 melawan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Di sela-sela pertemuan minggu ini, Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai mengatakan kepada wartawan bahwa dia bertemu Aung San Suu Kyi pada hari Minggu, pertemuan pertama Suu Kyi dengan seorang utusan asing sejak ditahan.

Pada Juni, Thailand mengadakan pertemuan informal dengan militer Myanmar.Pertemuan itu tidak dihadiri oleh sebagian besar anggota ASEAN, termasuk Indonesia, ketua saat ini.

Tidak merinci apa saja kegiatannya tetapi menlu Thailand mengatakan: "Kami menegaskan kembali persatuan ASEAN dan menegaskan kembali bahwa setiap upaya harus didukung, sejalan dengan (Konsensus Lima Poin) dan berkoordinasi dengan ketua ASEAN."

Sengketa LTS

Sengketa Laut Tiongkok Selatan (LTS) juga dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Keprihatinan diungkapkan oleh beberapa menteri atas reklamasi lahan, kegiatan, insiden serius di daerah tersebut, termasuk tindakan yang membahayakan keselamatan semua orang, (dan) kerusakan lingkungan laut," kata para menteri dalam komunike tersebut.

Mereka mengatakan sengketa itu telah mengikis kepercayaan dan keyakinan, meningkatkan ketegangan, dan dapat merusak perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan.

"Kami menegaskan kembali pentingnya menjaga dan mempromosikan perdamaian, keamanan, stabilitas, keselamatan, dan kebebasan navigasi di dalam dan di atas LTS dan mengakui manfaat memiliki LTS sebagai lautan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran. "

Sebelumnya pada Kamis, menteri luar negeri ASEAN bertemu dengan diplomat top Tiongkok Wang Yi. Merekamenyepakati pedoman untuk mempercepat negosiasi kode etik Laut Tiongkok Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

53 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.