Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Louis Dreyfus Company Perluas Pabrik Pemurnian Gliserin

📅 Jumat, 14 Jul 2023, 18:37 WIB | Oleh:
Louis Dreyfus Company Perluas Pabrik Pemurnian Gliserin Doc: istimewa
Ket. penyulingan

JAKARTA - Louis Dreyfus Company (LDC) hari ini mengumumkan perluasan kawasan penyulingannya di Lampung. Pengembangan ini merupakan bagian dari rencana strategis perusahaan untuk memperluas bisnis hilirnya dan mendiversifikasi pendapatan melalui produk bernilai tambah.

"Pengembangan ini akan memperlihatkan penambahan kapasitas penyulingan gliserin dan kemampuan pengemasan minyak nabati," kata James Zhou, Chief Commercial Officer LDC dan Head of Food Feed Solutions melalui keterangan tertulis, Jumat (14/7).

Gliserin, atau disebut gliserol, adalah senyawa alami yang berasal dari minyak nabati atau lemak hewani. Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat produksinya dalam mendukung meningkatnya permintaan global untuk gliserin olahan.

Pengembangan fasilitas baru LDC di Lampung ini akan melengkapi kegiatan pemurnian gliserin yang sudah ada di Amerika Serikat (Claypool, Indiana) dan Jerman (Wittenberg) yang mencakup semua bahan baku utama. Hal ini sejalan dengan persyaratan formulasi dan label pelanggan.

Pabrik baru ini akan dilengkapi untuk memproduksi gliserin kelas United States Pharmacopeia (USP) yaitu panduan standar obat yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Hasil produksi menawarkan berbagai pilihan kemasan makanan yang berkualitas.

"Perluasan kawasan penyulingan kelapa sawit terintegrasi kami di Lampung dengan penyulingan gliserin dan lini pengemasan minyak nabati merupakan tonggak penting dalam rencana strategis perusahaan, ini mendukung diversifikasi pendapatan dan integrasi bisnis hilir kami," kata Chief Commercial Officer LDC dan Head of Food & Feed Solutions, James Zhou.

Investasi ini akan memperkuat kemampuan kami LDC dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang tumbuh dan berkembang di seluruh dunia dengan produk dan bahan berkualitas tinggi. Selain itu memposisikan LDC sebagai pemimpin global dalam industri gliserin, sebagai produk inti dalam portofolio perusahaan.

"Pembangunan pabrik baru ini tidak hanya memperkuat posisi kami di pasar Indonesia saja, tetapi akan semakin memperkuat kapasitas kami untuk memproses, mengemas, dan mendistribusikan produk bernilai tambah yang dapat merespons tren pasar dan konsumen yang berkembang, termasuk meningkatnya permintaan akan makanan dan bahan nabati yang sehat dengan memanfaatkan rantai pasokan global, jaringan operasional, dan wawasan pasar dari LDC," tambah LDC Head of South Southeast Asia, Rubens Marques.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Ekonomi
Pos Indonesia Disebut Gagal...
Nasional
Pemerintah Perketat Langkah...

Menekraf Ingin Tenun jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf Ingin Tenun jadi K...
Olahraga
Xavi Hernandez Resmi Jadi P...
Nasional
KPK Segera Dalami Dugaan Ko...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.