Ternak yang Didatangkan ke DKI Bukan dari Daerah Wabah Antraks
📅 Selasa, 11 Jul 2023, 05:29 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: ANTARA/HO-Instagram dpkh_gunungkidul
JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan untuk mendatangkan hewan ternak bukan dari daerah yang sedang mengalami wabah antraks untuk mencegah penularan di Ibu Kota.
"Kami memastikan ternak berasal dari daerah bebas antraks serta secara berkala dilakukan vaksinasi," ujar Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama, saat dihubungi di Jakarta, Senin (10/7).
Tak hanya itu, jelasNgabila, melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) secara berkala melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak di DKI Jakarta.
Menurut Ngabila,apabila menemukan kasus antraks maka hewan pengidap harus diisolasi agar tidak saling kontak dan menularkan penyakitnya ke hewan sehat. Lalu melakukan desinfeksi atau pemusnahan bakteri patogen pada kandang dan peralatan hewan.
Jika menemukan hewan sakit dan mati, kata Ngabila, segera menghubungi petugas Suku Dinas (Sudin) KPKPdi wilayah setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ngabila menyebutkangejala klinis hewan ternak yang terkena antraks yakni demam suhu 41-42 derajat Celsius, gelisah, lemah, paha gemetar, nafsu makan hilang, kejang dan ambruk (akut). Lalu, keluar darah dari dubur, mulut, dan lubang hidung. Darah berwarna merah tua, agak berbau amis dan busuk serta sulit membeku.
Kemudian, adanya pembengkakan di daerah leher, dada, dan sisi lambung, pinggang, dan alat kelamin luar, serta kematian dalam waktu singkat tapa disertai tanda-tanda sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!